IQNA

9:18 - August 11, 2018
Berita ID: 3472405
YAMAN (IQNA) - Lima anggota Dewan Keamanan PBB mendesak pertemuan darurat dewan ini tentang kejahatan terbaru koalisi Arab Saudi di kota Saada, Yaman.

Menurut laporan IQNA dilansir dari al-Mayadeen, pasca serangan dahsyat koalisi Saudi ke sebuah bus yang membawa pelajar Yaman di kota Saada, Yaman, negara-negara Swedia, Bolivia, Belanda, Peru dan Polandia, sebagai 5 negara anggota Dewan Keamanan, menyerukan pertemuan darurat Dewan ini untuk mengkaji kejahatan yang dilakukan oleh aliansi Saudi.

Negara-negara ini telah mendesak Dewan Keamanan untuk mengadakan pertemuan darurat dan rahasia untuk menyelidiki kejahatan ini, Jum’at (10/8).

Tanggapan Sekretaris Jenderal PBB

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyerukan penyelidikan langsung dan independen terhadap kejahatan tersebut sebagai tanggapan atas serangan udara Saudi terhadap bus pengangkut anak-anak di provinsi Saada, yang menewaskan lebih dari 100 orang atau cedera.

Farahan Haq, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB dalam sebuah statemen, mengatakan: Guterres telah mengutuk serangan udara koalisi Arab di Yaman, yang menewaskan puluhan orang.

Dalam statemen tersebut, Sekretaris Jenderal telah menekankan bahwa pihak-pihak yang terlibat harus bertindak untuk melindungi kehidupan warga sipil dan mencegah dari penargetan mereka.

Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan bahwa hari Kamis 57 orang tewas dan 77 luka-luka pasca serangan udara Saudi pada sebuah bus yang membawa para pelajar di sebuah pasar yang sibuk di Kabupaten Majz.

Sementara itu, juru bicara koalisi Saudi ke Yaman menyebut serangan ke bus hari Kamis sebagai "aksi militer yang sah"! Dan mengklaim bahwa serangan hari itu (Kamis) menargetkan mereka yang menargetkan Jizan tadi malam.

 

http://iqna.ir/fa/news/3737289

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\