IQNA

15:54 - December 16, 2018
Berita ID: 3472739
MYANMAR (IQNA) - Sebagai tanggapan terhadap tanggapan pemerintah China atas penyiksaan dan penganiayaan terhadap Muslim Uighur, parlemen Republik Indonesia mendesak pemerintahnya, sebagai negara muslim terbanyak, untuk mengambil tindakan serius guna mengakhiri situasi ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari al-Arab al-Youm, Komisi Parlemen Indonesia untuk Hubungan Luar Negeri menyerukan kepada pemerintah untuk memainkan peran strategis untuk menghalau pemerintah China dalam menganiaya dan mendiskriminasikan minoritas Muslim Uighur yang tinggal di wilayah Turkestan timur (provinsi Xinjiang).          

"Kami menyerukan kepada pemerintah untuk memperkuat konsultasi diplomatik dengan pihak berwenang China supaya mencegah pelanggaran hak-hak warga negara Uighur Muslim," kata Sukamta, wakil komisi urusan luar negeri parlemen Indonesia.

Dia juga menyerukan kepada berbagai negara di dunia, terutama negara-negara Islam, untuk melakukan upaya serius untuk mendukung Muslim Uighur.

Saat ini, ada sekitar 10 juta Muslim minoritas Uighur tinggal di kawasan Xinjiang yang mendapatkan diskriminasi agama dan ekonomi dari otoritas negara ini.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3772238

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\