IQNA

23:13 - December 24, 2018
Berita ID: 3472761
PALESTINA (IQNA) - Mahmoud Habash, seorang hakim Palestina dan markas penelitian kebudayaan Islam, Sejarah dan Seni Islam (ARSIKA), yang berafiliasi dengan OKI menandatangani nota kesepahaman untuk publikasi pertama Mushaf Masjidil Aqsha.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Palestina, Mahmoud Habash, penasihat agama untuk Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan bahwa setelah penulisan mushaf Masjidil Aqsha rampung dan konfirmasi satu naskah oleh otoritas agama, terutama Al-Azhar, serta tinjauan dan kajian mendetail semua aspek yang berkaitan dengan ayat dan surah-surahnya, kami telah memulai langkah-langkah yang diperlukan untuk mencetak mushaf pertama Palestina, dan kami berharap tahun 2019 akan menjadi tahun "Mushaf Masjidil Aqsha".

Dia lebih lanjut menekankan pentingnya program besar ini di sisi otoritas Palestina dan pengeluaran perintah untuk penggunaan semua fasilitas dalam hal ini dan menjelaskan, naskah Quran Palestina telah membawa nama Masjidil Aqsha, kiblat pertama Muslim, yang menekankan pada hubungan Kitab Allah dan ayat-ayatnya dengan tanah suci ini, terutama haram Quds, tempat mi’raj Nabi Muhammad ke langit.

Dia juga menyatakan bahwa hubungan antara Masjidil Aqsha dan haram Mekah adalah salah satu rukun kepercayaan Islam, dan menekankan Islamisasi Quds sebagai ibukota abadi Palestina dan ibu kota spiritual semua Muslim di dunia Islam.

Habash mengatakan bahwa markas Arsika mengemban dukungan artistik, logistik dan kontribusi untuk pencetakan dan dekorasi mushaf Masjidil Aqsha berdasarkan naskah yang ditulis oleh Saher Kabi, seorang kaligrafer Palestina dan dimiliki oleh Otoritas Palestina.

Dia menambahkan, "Sangat terbuka untuk bekerja sama dengan individu dan institusi yang ingin berkontribusi pada upaya Islami -historis ini."

Mushaf Masjidil Aqsha; Naskah Alquran Pertama Palestina

http://iqna.ir/fa/news/3774746

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\