IQNA

19:27 - July 31, 2019
Berita ID: 3473318
INDIA (IQNA) - Kelompok sayap kanan radikal di India, yang anggotanya sangat tertarik dengan Donald Trump, menyerukan larangan Alquran.

Menurut laporan IQNA dilansir dari The Sputnik.com, Vishnu Gupta, pendiri dan pemimpin kelompok ekstremis Hindu Sena, menulis dalam sebuah surat kepada Kementerian Dalam Negeri pada hari Senin bahwa pemerintah India harus melarang kitab Alquran di negara ini.

Dalam suratnya, selain menghina kesucian Islam dan Muslim, ia mengklaim bahwa Alquran adalah propagandis kekerasan dan mengancam keamanan nasional India.

Gupta mengaku telah sampai pada kesimpulan tersebut setelah membeli dan membaca naskah Alquran dari toko buku di New Delhi.

Beberapa waktu lalu juga, kelompok Hindu Sena menyerukan larangan memulung di negara itu. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini berusaha menarik perhatian publik melalui tindakan yang irasional.

Pada tahun 2011, Hindu Sena mengadakan perayaan ulang tahun Victoria, mantan ratu Inggris yang ke-118, dan mengklaim bahwa Victoria adalah orang yang menyelamatkan India dari pemerintahan tirani bangsa Mughal (raja-raja Mughal).

Anggota kelompok juga mengadakan pesta ulang tahun untuk Donald Trump pada tahun 2016, menjelang pemilihan presiden AS, di mana mereka berdoa untuk kemenangannya dalam pemilu.

 

http://iqna.ir/fa/news/3830987

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\