IQNA

18:14 - September 29, 2019
Berita ID: 3473473
CHINA (IQNA) - Menyusul tekanan dan pembatasan Muslim Uighur oleh pemerintah China di Xinjiang, saat ini sejumlah laporan menunjukkan bahwa kelompok etnis Muslim lainnya di negara itu juga menghadapi tekanan berat.

Menurut laporan IQNA dilansir dari supchina.com, pemerintah China dalam kesinambungan upayanya untuk menekan muslim Uighur telah memperluas langkah-langkah anti-Islam dalam apa yang disebutnya "melawan ekstremisme" ke bagian-bagian China lainnya.

Menurut sejumlah laporan, setelah Uighur, Muslim Hui, yang merupakan mayoritas Muslim di negara itu, telah menghadapi tekanan dan penganiayaan pemerintah.

Dalam hal ini, aktivitas 80% imam-imam masjid di provinsi Hui, yang berasal dari ras Hui dilarang, dan sisanya berada di bawah pendidikan ideologi. Sekolah-sekolah Muslim di provinsi Yunnan, Henan dan Ningxia telah ditutup, mirip dengan situasi di Xinjiang pada 2015.

Aktivitas besar-besaran telah dilakukan untuk menghilangkan semua simbol Islam dan Arab, termasuk penghancuran kubah masjid dan larangan mengenakan pakaian-pakaian perempuan Arab di seluruh China, dan sekarang provinsi Henan adalah pusat Islamisasi.

Pihak berwenang China tampaknya telah belajar dari islamisasi di provinsi Xinjiang dan menyembunyikan segala bentuk indikasi tindakan-tindakan mereka di provinsi lain sehingga tidak ada bukti dalam hal ini.

Malware mobile juga telah dirancang untuk menargetkan Muslim Uighur di China, yang juga menyusup ke ponsel sejumlah pejabat dan aktivis Tibet.

 

http://iqna.ir/fa/news/3845341

Kunci-kunci: China ، Muslim Hui ، Target Baru ، Islamofhobia
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\