IQNA

16:54 - October 02, 2019
Berita ID: 3473481
CHINA (IQNA) - Ilham Tohti, seorang Ekonom universitas dari minoritas Muslim Uighur yang bermarkas di China Barat yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, memenangkan Penghargaan Hak Asasi Manusia Dewan Eropa.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, Ilham Tohti, seorang profesor di Universitas Xinjiang di barat China yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas perintah pihak berwenang China, memenangkan Hadiah Dewan Hak Asasi Manusia Eropa, yang disebut Vaclav Havel 2019.

Penghargaan itu diberikan kepada Muslim Uighur pada pertemuan Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) kemarin di Strasbourg, Prancis, Senin (30/9).

Pada upacara penghargaan, Enver Can , seorang pejabat di Dewan Eropa, yang maju ke atas panggung mewakili Tohti untuk menerima penghargaan mengatakan: "Penghargaan hari ini untuk menghormati satu orang, tapi sekaligus pengakuan seluruh populasi dalam memberikan suara untuk seluruh orang #Uighur."

Tohti yang berusia 45 tahun juga memenangkan Penghargaan Hak Asasi Manusia pada tahun 2016 di Swiss. Pada tahun 2014, pengadilan China menghukum aktivis Uighur ini dengan hukuman seumur hidup atas tuduhan mengajak wilayah Turkestan Timur (Xinjiang) untuk memisahkan diri dari pemerintah China. Selama persidangannya, Tohti membantah tuduhan itu dan bersikeras bahwa satu-satunya tujuan yang ia inginkan adalah untuk melindungi hak-hak dasar Muslim Uighur.

Dewan Eropa adalah organisasi tertua untuk integrasi Eropa yang didirikan pada tahun 1949. Dasar Yayasan ini diasaskan pada penyebaran demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum dan eksploitasi kerja sama budaya. 47 negara dengan total 820  juta orang adalah anggota dewan tersebut.

 

http://iqna.ir/fa/news/3846288

Kunci-kunci: China ، Aktivis ، Muslim Uighur ، Penghargaan HAM ، Eropa
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\