IQNA

Wawancara IQNA dengan Atase Kebudayaanan Iran di Manila:
19:11 - October 20, 2019
Berita ID: 3473531
FILIPINA (IQNA) - Atase kebudayaan Iran di Filipina, merujuk pada penyelesaian masjid Imam Ridho (as) dan Imam Khomeini (ra) di negara itu dengan dukungan negara Iran, mengatakan: “Ini adalah hadiah dari Republik Islam Iran kepada komunitas Syiah di wilayah tersebut dan rampung dalam lima bulan.”

Menurut laporan IQNA, Republik Filipina adalah nama resmi Republik Filipina, sebuah negara Asia yang terletak di Asia Tenggara, di Samudra Pasifik barat dan di antara Laut Tiongkok Selatan dan terdiri dari 7.107 pulau, yang pada umumnya dibagi menjadi tiga segmen geografis, yang dari utara ke selatan adalah Luzon, Bisaya dan Mindanao. Filipina memiliki populasi sekitar 110 juta.

Filipina adalah koloni Spanyol dari abad 16 hingga 20 dan koloni Amerika pada paruh pertama abad ke-20. Negara ini merdeka dari Amerika Serikat pada tahun 1946 dan hari nasionalnya adalah 12 Juni.

90% populasi Kristen Filipina adalah Kristen (81 persen Katolik dan 9 persen Protestan) dan sisanya, yakni 10 persen dari total populasi, sebagian besar adalah Muslim dan sebagian besar tinggal di Pulau Mindanao di selatan Negara ini.

Menurut beberapa laporan, 2500 masjid sudah dibangun di wilayah Muslim Filipina di mana sejarah masjid pertama yang dibangun di pulau Sulu berasal dari abad ke 9 H. Selain masjid, ada 120 himpunan dan badan amal Islam yang aktif di negara ini.

Mengingat pentingnya peran masjid di kalangan Muslim dan komunitas Islam Filipina, atase kebudayaan Iran di Manila baru-baru ini merampungkan dan memperindah dua masjid yang setengah jadi Negara ini dengan nama Imam Ridho (as) dan Imam Khomeini (as), untuk lebih mengenal dengan proses tersebut, kami berbicara dengan Mohammad Jafari Malek, Atase Kekebudayaanan Iran di Filipina.

Dia mengatakan: Atase Kebudayaan Iran di Manila dengan dukungan keuangan dari lembaga mustadhafin negara Iran merekonstruksi kembali dan mempercantik masjid-masjid Imam Khomeini ra di Dumaguete di selatan Filipina dan demikian Masjid Imam Ridho as di Bulacan. Masjid-masjid ini dibangun oleh komunitas Syiah di wilayah tersebut, tetapi tidak selesai, dan kami merampungkannya dengan dukungan dari yayasan Mustadhafin, mengingat situasi masjid yang setengah jadi.

Penyempurnaan Dua Masjid yang belum Sempurna Hadiah Iran kepada Komunitas Syiah di Filipina

Atase Kebudayaan Iran di Manila di samping kubah Masjid Imam Ridha as Filipina bersama dengan beberapa penduduk setempat

Jafari Malik menyatakan: Tanah masjid Imam Ridho (as) disumbangkan oleh Syiah di wilayah tersebut dan dengan bantuan orang-orang dan Syiah di Filipina dan negara-negara lain tahap awal pembangunannya dilakukan dan tempat ibadah setengah jadi ini digunakan oleh Syiah di daerah tersebut.

Atase kebudayaan Iran juga mencatat: Masjid Imam Khomeini ra juga dibangun oleh komunitas Syiah di wilayah tersebut selama bertahun-tahun dengan bantuan orang Iran, yang dikarenakan kondisi iklim daerah tersebut dan setengah jadi, atase kebudayaan dengan dukungan keuangan dari yayasan mustadhafin menyelesaikan masjid tersebut.

Mengacu pada pentingnya kegiatan untuk merampungkan dua masjid ini, ia mengatakan: instalasi pintu masuk, instalasi sistem pendingin, komisioning sistem kabel listrik dan internal, pipa air dan sanitasi, instalasi pencahayaan di dalam dan di luar masjid termasuk aktivitas ini.

Jafari Malek melanjutkan: sebagian dari kegiatan-kegiatan ini mencakup pembetonan kembali dan sistem insulasi atap masjid yang rusak parah, dengan tujuan mencegah hujan dan insulasi kubah dan pengecatan, memasang keramik lantai, mengecat dinding interior dan eksterior, membangun perpustakaan dan sebagian perbaikan bangunan.

Dia juga menyatakan: Dengan kehadiran atase kebudayaan Republik Islam, anggota himpunan Ahlulbait Manila, komunitas Syiah di daerah Bulacan dan warga Iran yang tinggal di Masjid Imam Ridho as lewat sebuah acara merayakan rekonstruksi masjid-masjid ini dan kami menganggap ini sebagai peristiwa penting dan kamu ucapkan selamat kepada komunitas Syiah yang hadir dalam acara tersebut. Diharapkan bahwa dengan selesainya Masjid Imam Ridho as dan peluncuran semua proyek yang diperlukan untuk masjid, kita akan melihat lebih banyak kehadiran Syiah, terutama pemuda dan remaja, di tempat tersebut.

Atase kebudayaan Iran di Manila lebih lanjut menunjukkan kerja sama para pejabat kota Bulacan dalam proses rekonstruksi masjid-masjid dan mengatakan: "Kami telah melihat kerja sama yang baik di daerah ini dan perampungan masjid adalah sebuah hadiah dari Republik Islam Iran kepada komunitas Syiah di wilayah tersebut dan hal ini rampung setelah sekitar lima bulan."

Di penghujung ia mengingatkan: Direktur masjid Imam Ridho, Imam Idris juga dalam perayaan selesainya masjid dalam pidato singkatnya mengucapkan terima kasih kepada para pejabat Republik Islam Iran karena mendukung kegiatan masjid dan mengatakan: “Kami selalu mendapatkan dukungan Iran, dan kami berharap bahwa dukungan ini terus meningkat dalam rangka meningkatkan tingkat ilmu dan budaya komunita Syiah melebihi sebelumnya, sampaikan salam kami kepada Pemimpin Republik Islam Iran.”

 

https://iqna.ir/fa/news/3850707

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\