IQNA

8:17 - October 30, 2019
Berita ID: 3473557
FILIPINA (IQNA) - Militer Filipina telah bersiaga menyusul berita tentang kematian pemimpin teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, khawatir akan serangan balas dendam oleh para pengikutnya.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, militer Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya berada di garis depan untuk menggagalkan serangan apa pun oleh pengikut al-Baghdadi.

Pada 2017, otoritas Filipina di pulau Muslim Mindanao menyatakan keadaan darurat menyusul bentrokan di kota Marawi Filipina, antara pasukan pemerintah dan Maute yang berafliasi dengan kelompok teroris ISIS.

Pada 22 Februari lalu, Haji Murad Ibrahim, ketua Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dilantik sebagai perdana menteri sementara wilayah Bangsamoro (daerah berpenduduk Muslim di selatan Filipina).

Dalam referendum nasional di Filipina yang diadakan pada bulan Januari dan Februari untuk pengesahan UU Bangsamoro, 1.540.17 orang dari total 1.700.000 orang memberikan suara pada undang-undang tersebut. Berdasarkan hukum ini, Muslim Moro mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan khusus bertindak.

Front Pembebasan Moro lambat laun bersamaan dengan pelaksanaan kesepakatan kemerdekaan partai ini, menyerahkan senjatanya hingga pada tahun 2022, berubah menjadi sebuah partai politik yang selaras dengan undang-undang partai di Negara ini.

Front Pembebasan Moro, yang berkantor pusat di wilayah Muslim Bangsa Moro, adalah kelompok Islam dan libertarian yang didirikan untuk menjaga nilai-nilai Islam di Asia Tenggara dan Kepulauan Filipina.

 

https://iqna.ir/fa/news/3852945

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\