IQNA

Mufasir Palestina Saat Wawancara dengan IQNA:
15:23 - December 15, 2019
Berita ID: 3473722
IRAN (IQNA) - Syaikh Muhammad Nimar Zaghmout menekankan perlunya pembentukan sebuah organisasi internasional untuk memantau tafsir-tafsir Alquran dengan kehadiran pakar dan para mufasir Syiah dan Sunni. Pendirian organisasi semacam ini adalah hal yang urgen dan penting untuk melawan ideologi dan gerakan-gerakan takfiri, yang memublikasikan tafsiran keliru sebagian ayat, pemikiran sesat dan menyimpang.

Syaikh Muhammad Nimar Zaghmout, seorang ulama dan ahli tafsir Alquran asal Palestina yang bermukim di Lebanon dan Ketua Federasi Ulama Muslim Palestina, yang menulis tafsir Alquran dengan bahasa sederhana dalam sebuah wawancara dengan IQNA mengatakan: “Saat ini saya sedang menulis tafsir "al-Taisir fi al-Tafsir" yang merupakan tafsir sederhana dan ringkas yang dapat bermanfaat bagi masyarakat umum, terutama bagi kalangan mahasiswa, dan mereka dapat mengenal konsep dan makna kalam wahyu Ilahi dengan merujuk pada tafsir ini sesuai dengan kemampuan dan pemahaman mereka.”

Dia menambahkan, Kita seharusnya tidak menggunakan kata-kata yang keras, kuno, dan kata-kata yang tidak dipahami oleh masyarakat umum, untuk menafsirkan ayat-ayat Alquran sehingga semua orang dapat memperoleh manfaat darinya. Jika para mahasiswa dan orang-orang terpelajar ingin meneliti subjek Alquran, mereka harus merujuk ke buku referensi di bidang ini, meskipun ada banyak buku referensi, tetapi butuh waktu banyak, akan tetapi saya dalam tafsir ini berupaya memudahkan konsep dan tema Alquran.

Dalam penilaiannya terhadap tafsir Alquran, Syaikh Zaghmout mengatakan: Banyak orang tidak memahami isi dari tafsir Alquran lama dan bahkan kontemporer karena kompleksitas dan kesulitan beberapa kata dan panjangnya, karena di situ menggunakan kata-kata lama dan asing.

Dengan mengisyaratkan bahasa Arab terus diperbarui seperti banyak hal lainnya, penafsir Alquran Palestina mengatakan: Banyak kata yang digunakan dalam tafsir ini hanya bisa dipahami oleh orang-orang terdahulu, sedangkan yang muda saat ini, para mahasiswa dan masyarakat membutuhkan tafsir terkini yang dapat dipahami dan sesuai dengan persyaratan saat itu, tentunya kefasihan dan aturan bahasa Arab tetap terjaga.

Dia lebih lanjut menyebut penyederhanaan konsep Alquran, pemilihan bahasa yang mudah dan psikis serta dengan mempertimbangkan tuntutan terkini sebagai salah satu fitur dari tafsir ini dan mengungkapkan, tafsir-tafsir terdahulu terkadang terdiri dari lima sampai sebelas jilid dan jilid kesebelas memiliki seribu halaman. Jadi bagaimana seorang siswa dapat menggunakan tafsir ini atau dapatkah seorang ustad dapat menggunakan tafsir tersebut terkait sebuah tema Qurani? Jadi tujuan saya dalam menulis tafsir ini adalah untuk menyederhanakan konsep-konsep Alquran agar lebih mudah dipahami bagi masyarakat umum dan para mahasiswa.

Perlunya peduli pada sebab penurunan Ayat

Penafsir palestina ini dengan mengisyaratkan bahwa penjelasan sebab penurunan ayat dalam tafsir Alquran bagi audien sangatlah penting, mengatakan beberapa penafsir, terutama penafsir kontemporer, telah mencoba untuk merangkum dan menyederhanakan tafsir, meskipun beberapa darinya telah menguraikan tafsir secara lebih rinci. Mereka telah menafsirkan kosa kata dan kata-kata Alquran serta masalah-masalah bahasa secara terperinci, tetapi harus ada sebuah gerakan di ranah penyederhanaan tafsir Alquran.

Pembentukan Organisasi Internasional Pengawas Tafsir/ Himbauan kepada Para Penerjemah Alquran

Syaikh Zaghmout menekankan: Penafsiran harus mudah dipahami dan mudah digunakan oleh masyarakat umum, terutama kalangan mahasiswa, selain menjaga kefasihan dan retorika bahasa Arab, sementara dalam beberapa tafsir, terutama tafsir lama dari Alquran, retorika dan kosa kata hanya bisa dipahami oleh para ulama dan ahli yang memiliki keluasan pemahaman ayat-ayat.

Himbauan kepada Penerjemah Alquran bahasa Inggris dan Perancis

Terkait terjemahan bahasa Inggris dan Perancis Alquran, Ketua Federasi Ulama Muslim Palestina ini mengatakan, dengan melihat kemampuan saya pada dua bahasa asing ini, sampai saat ini telah dipaparkan terjemahan-terjemahan bagus dalam bahasa Inggris dan Perancis, namun saya berpesan kepda para penerjemah Alquran dalam dua bahasa ini agar tidak keluar dari kandungan dan makna-makna ayat, dan secara gamblang menjelaskan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah demikian dan menjelaskannya secara gamblang kepada para audien dan yang kedua hendaknya teliti tentang sebab penurunan ayat dalam terjemahannya dan demikian juga saya meminta para penerjemah untuk lebih berhati-hati agar tidak kehilangan keontetikan lafaz dan ayat serta makna ayat-ayat kalam suci Ilahi dapat dipahami. Karena ada orang-orang dan kelompok ekstrem yang menafsirkan ayat tidak sesuai dengan maksudnya dan sesuai dengan keinginannya, karenanya perlu dibentuk organisasi internasional dengan dihadiri para ulama Syi’ah dan Ahlusunah untuk menghalau dan mencegah pemikiran kelompok-kelompok takfiri semacam ini, yang menafsirkan sebagian ayat dengan keliru.

Pembentukan Organisasi Internasional Pengawas Tafsir/ Himbauan kepada Para Penerjemah Alquran

Penghambat Taqrib di Markas Islam Al-Azhar

Syaikh Zaghmout mengatakan, ketika para ulama seperti almarhum Syaikh Saltut aktif di Al-Azhar, dan markas Islam ini adalah penting dan berpengaruh dalam dunia Islam, dan Syaikh telah melakukan banyak upaya di bidang taqrib, namun peran ini sekarang sudah mulai memudar di kalangan umat Muslim. Saya berpesan kepada saudara-saudara saya agar menjahui fanatisme mazhab, dan berinteraksi dengan baik kepada mereka, dengan tanpa melihat mazhabnya, karena mazhab kita adalah mazhab Rasulullah saw dan Allah swt sendirilah yang menamai kita dengan Muslim, dimana Allah telah berfirman, “wa radhitu lakumul Islama diinan”.

Pembentukan Organisasi Internasional Pengawas Tafsir/ Himbauan kepada Para Penerjemah Alquran

Faktor Islamophobia

Dalam menanggapi pertanyaan terkait apakah Islamophobia di Barat dikarenakan orang-orang barat tidak mengenal dasar-dasar Islam ataukah fenomena ini bersumber dari perilaku sebagian kelompok fanatik dan ekstrem yang menisbatkan ke Islam? Ia mengatakan, saya katakan dengan gamblang bahwa faktor pertama pencetus Islamophobia di dunia saat ini adalah Zionis, karena mereka tidak menginginkan Islam tersebar di seluruh penjuru dunia. Masalah kedua adalah perilaku yang dilakukan oleh orang-orang fanatik dan kelompok ekstrem yang menisbatkan dirinya pada Islam, dimana yang dipelopori oleh kelompok Wahabi, dengan pemikiran-pemikiran menyimpangnya, telah menganggap kafir orang-orang yang tidak sepemikiran dengan mereka dan pemikiran-pemikiran ini menyebabkan banyak kehancuran di negara-negara barat dan Islam dan saat ini banyak umat muslim yang meninggal akibat kesesatan dari kelompok-kelompok ini.

Hambatan Persatuan

Penafsir Palestina ini di penghujung dialog mengisyaratkan rintangan terpenting untuk meraih persatuan umat Islam dan mengatakan, banyak masalah yang telah andil dalam hal ini, dimana sebagian adalah faktor internal dan sebagian lagi faktor eksternal. Adapun terkait faktor eksternal, harus saya katakan bahwa Zionis, Amerika dan Inggris adalah tiga segitiga yang menjadi penghalang terwujudnya persatuan antar umat Islam dan yang menjadi pelopor adalah Zionis, karena mereka selalu memerangi Islam dan Muslim. Musuh Muslim lainnya adalah Amerika, yang tidak menghendaki Islam berdiri dan mereka berusaha untuk menguasai Muslim dan menjarah kekayaan mereka serta memperbudak umat Islam. Musuh ketiga adalah Inggris, yang menjajah dan menjarah kekayaan umat muslim.

Pembentukan Organisasi Internasional Pengawas Tafsir/ Himbauan kepada Para Penerjemah Alquran

 

https://iqna.ir/fa/news/3862723

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\