IQNA

16:49 - February 19, 2020
Berita ID: 3473952
TEHERAN (IQNA) - Menteri Urusan Minoritas India mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, semua prosedur untuk mendaftar, pemberangkatan dan tinggal para jemaah India akan dilakukan secara online.

Therahnuma Daily melaporkan, Menteri Urusan Minoritas India, Mukhtar Abbas Naqvi mengatakan impian umat Islam di India untuk melakukan perjalanan haji dengan mudah terealisasi.

Berbicara di sebuah program pelatihan berjudul Pelatihan Para Pengajar yang diselenggarakan dihadiri oleh 650 pengajar untuk haji 2020 di pusat haji India, ia mengatakan: “Dengan reformasi yang dilakukan oleh pemerintah Perdana Menteri, Narendra Modi, tidak hanya seluruh proses haji akan dilakukan secara digital, bahkan biaya haji juga turun.”

“Digitalisasi dan Onlinenisasi prosedur haji telah menghilangkan para perantara. Dan perjalanan ini lebih sangat lebih hemat dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, bahkan setelah pencabutan subsidi haji, tidak ada biaya keuangan tambahan yang dikenakan pada jemaah haji,” imbuhnya.

Nagvi mengatakan, India telah menjadi negara pertama di dunia yang melakukan seluruh proses haji 2020 secara digital.

Termasuk permintaan online, visa elektronik, aplikasi seluler haji E-Masiha (asisten medis untuk peziarah India di luar negeri), fasilitas kesehatan, penandaan elektronik tas Jemaah haji dan pendaftaran semua informasi yang ada di India tentang tempat tinggal, transportasi di Mekah dan Madinah dilakukan secara digital dan online.

Taqvi mengatakan bahwa sistem ini memberikan informasi tentang bangunan dan nomor kamar yang didedikasikan untuk jemaah, rincian transportasi, seperti spesifikasi bus yang diperlukan setelah tiba di bandara di Arab Saudi.

Tahun ini 200.000 Muslim India pergi haji tanpa subsidi. Dari jumlah tersebut, 123.000 jemaah berangkan lewat komite haji India dan sisanya melalui organisasi pemberangkatan haji. (hry)

 

3879538

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\