IQNA

15:33 - April 29, 2020
Berita ID: 3474173
TEHERAN (IQNA) - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia telah meminta pemerintah di seluruh dunia untuk menahan diri dari segala bentuk pelanggaran HAM dengan kedok tindakan-tindakan darurat untuk memerangi penyakit corona.

Russia Today melaporkan, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet dalam sebuh pernyataan mengungkapkan, jelas bahwa menembak, menangkap atau bertindak buruk dengan orang-orang yang putus asa dalam mencari makanan dengan dalih melanggar hukum terkait pencegahan corona adalah respon yang tidak bisa diterima dan ilegal.

Dia menambahkan: Langkah-langkah ini berbahaya bagi perempuan yang pergi ke rumah sakit untuk melahirkan. Dalam beberapa kasus, orang kehilangan nyawa karena tindakan yang salah yang diambil untuk menyelamatkan mereka.

Menurut hukum hak asasi manusia, selain menerapkan beberapa kekuasaan tambahan, pemerintah dapat membatasi hak individu tertentu untuk melindungi kesehatan masyarakat jika keadaan darurat diumumkan.

Komisi ini mengingatkan bahwa dalam kedua kasus, pembatasan harus urgen, proporsional dan tidak diskriminatif. Demikian juga harus diimplementasikan dalam waktu yang terbatas dan mencegah dari penyalahgunaan.

Bachelet memperingatkan tentang penggunaan kekuasaan darurat sebagai senjata oleh pemerintah untuk menyerang oposisi, memaksakan kontrol pada rakyat dan lebih memperpanjang kelangsungan hidup mereka dalam kekuasaan dan mengatakan, “Penggunaan kekuatan hanya dapat diterima jika benar-benar diperlukan dan jika terjadi ancaman terhadap kehidupan manusia.”

Dia mengatakan, ada banyak pelanggaran terhadap kalangan orang-orang miskin dan rentan, sementara implementasi hukum terkait corona harus secara manusiawi dan tidak boleh sewenang-wenang atau diskriminatif, dan hukuman pelanggaran mereka harus proporsional. (hry)

 

3894892

Kunci-kunci: PBB ، Penyalahgunaan ، Corona ، Melanggar HAM
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\