IQNA

13:20 - May 01, 2020
Berita ID: 3474179
TEHERAN (IQNA) - Bersamaan dengan mewabahnya corona di Australia, masjid-masjid negara inipun telah ditutup dan masyarakat hanya memiliki sedikit kesempatan untuk hadir dalam salat-salat berjamaah dan pertemuan-pertemuan lainnya pada bulan ini, namun kejadian ini dapat menjadi peluang besar bagi anggota keluarga untuk menjadi lebih intim dan lebih memanfaatkan spiritualitas yang ada di bulan ini.

Masjid Lakamba di Barat Sydney yang biasanya ramai dalam berbagai acara dan kegiatan, termasuk salat, perayaan peringatan dan pertemuan-pertemuan. Tapi sekarang halaman masjid ini terlihat sepi.

Menyusul wabah penyakit Corona dan larangan untuk mengadakan perkumpulan, masjid-masjid di seluruh negeri pun ditutup dan umat Islam melakukan ritual Ramadan mereka di rumah masing-masing. Tapi itu tidak berarti bahwa mereka tidak beribadah dan atau tidak mengadakan kontak dengan anggota masyarakat lainnya, Muslim di negara itu berusaha untuk mengkompensasi ketidakmampuan untuk mengadakan upacara di masjid melalui program online.

Sulit bagi sebagian besar Muslim untuk tidak melihat teman dan keluarga mereka selama Ramadan, tetapi Ramadan juga merupakan waktu untuk kembali memperbaharui kekuatan mental dan kontrol diri. Sekarang banyak yang terpaksa menghabiskan sebagian besar waktu mereka sendirian dan mereka dapat beribadah dengan tenang dan damai.

Keadaan dan Suasana Kaum Muslim Australia selama Ramadan dalam Bayangan Corona + Film

Meskipun selama Ramadhan tahun ini, hubungan dekat orang-orang satu sama lain akan berkurang, tetapi sebagai gantinya, spiritualitasnya dapat diperdalam dengan bertadabur dan beribadah dalam kedamaian secara individu.(hry)

3894674

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\