IQNA

6:11 - May 09, 2020
Berita ID: 3474201
TEHERAN (IQNA) - Dalam sebuah pesan kepada Departemen Luar Negeri, 58 institusi dan lembaga Norwegia menekankan perlunya untuk mengakhiri blokade brutal Jalur Gaza.

Pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa institusi-institusi ini dalam pesannya di bawah tema "hukuman kolektif adalah kejahatan anti kemanusiaan" yang dalam rangka melawan virus corona, menekankan bahwa semua negara di dunia harus mengambil langkah-langkah khusus untuk melindungi kesehatan warganya dan melindungi ekonomi mereka. Namun, konsekuensi ekonomi dan kemanusiaan corona pada rakyat Palestina di Tepi Barat, Yerusalem dan Jalur Gaza, yang sedang berjuang dengan pendudukan, telah menjadi masalah besar, dan rakyat Palestina sekarang dari satu sisi menghadapi krisis corona dan di sisi lain, tindakan dan agresi Israel juga semakin menambah masalah dan krisis mereka.

Lembaga dan institusi-institusi Norwegia menyatakan bahwa di bawah penyebaran virus corona, laporan kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di tanah pendudukan (OCHA) menunjukkan peningkatan pelanggaran dan kekerasan oleh para pemukim ekstremis Yahudi dan tentara Israel terhadap warga Palestina dan sementara itu Israel juga sedang merencanakan aneksasi sebagian besar Tepi Barat.

Dalam pesan itu disebutkan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan akan memperburuk penderitaan rakyat Palestina, dan bahwa krisis corona akan memiliki konsekuensi yang sangat berbahaya bagi mereka, terutama di daerah padat penduduk seperti kamp-kamp pengungsi di Gaza dan Tepi Barat.

Para penandatangan pesan itu meminta Menteri Luar Negeri Norwegia di PBB dan organisasi internasional lainnya agar berupaya untuk mengakhiri blokade Gaza dan hukuman-hukuman yang dijatuhkan pada warga Palestina, yang digambarkan oleh Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949 sebagai kejahatan perang. (hry)

 

3897299

Kunci-kunci: Permintaan ، Institusi ، Lembaga ، Norwegia ، Blokade Gaza
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\