IQNA

Gerakan Jihad Islam:
11:39 - August 15, 2020
Berita ID: 3474498
TEHERAN (IQNA) - Gerakan Jihad Islam menyebut kesepakatan antara UEA dan rezim Zionis untuk normalisasi hubungan sebagai keruntuhan politik dan pengkhianatan terhadap Umat Islam.

Situs Safa melaporkan, Gerakan Jihad Islam dengan mengeluarkan pernyataan menyebut kesepakatan antara rezim Zionis dan UEA sebagai kesepakatan yang memalukan dan keruntuhan moral dan strategis dalam kebijakan luar negeri UEA.

“Kesepakatan ini adalah upah atas kejahatan dan agresi rezim pendudukan serta penutup untuk implementasi rencana kesepakatan abad,” kata pernyataan itu.

Dalam membenarkan kesepakatan mereka untuk normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, para pejabat UEA mengumumkan pada kemarin bahwa dengan kesepakatan ini, mereka telah dapat menghentikan rencana aneksasi wilayah besar Tepi Barat yang seharusnya dicaplok oleh rezim tersebut ke wilayah pendudukan.

Kendati demikian, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan mengatakan bahwa kesepakatan antara UEA dan Israel telah mengantarkan "era baru" dalam hubungan Israel-Arab, menepis klaim Emirat bahwa rencana itu hanya ditunda dan tidak dibatalkan.

Lebih lanjut, pernyataan Jihad Islam menyebutkan, upaya untuk membenarkan perjanjian ini dengan dalih bahwa itu akan menghentikan rencana untuk aneksasi Tepi Barat ke wilayah pendudukan adalah kesesatan total dan kesepakatan ini adalah upah atas kejahatan dan agresi rezim ini serta penutup untuk implementasi rencana aneksasi.

Jihad Islam telah menyerukan kepada semua gerakan politik dan majelis di negara-negara Arab dan Islam untuk melontarkan suara dalam mengutuk kesepakatan yang memalukan ini, yang merupakan tanda pengakuan terhadap rezim agresor ini.

Di penghujung, pernyataan itu menyebutkan bahwa rakyat Palestina bertekad untuk melanjutkan perlawanan mereka dan bahwa perjanjian ini tidak akan merusak keputusan ini. (hry)

 

3916468

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\