IQNA

11:26 - August 16, 2020
Berita ID: 3474500
TEHERAN (IQNA) - Dalam pernyataan bersama, sekelompok organisasi LSM dan tokoh-tokoh Islam Malaysia mengutuk rencana normalisasi hubungan antara UEA dan rezim Zionis.

IQNA melaporkan, dalam pernyataan bersama dari sejumlah organisasi dan tokoh-tokoh Islam Malaysia terkait rencana normalisasi hubungan Emirat dan rezim Zionis disebutkan, “Kami mengutuk keras keputusan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan rezim pendudukan Yerusalem. Keputusan ini merupakan pengkhianatan atas upaya saudara-saudara Palestina untuk mencapai keadilan dan kebebasan.”

“Pada saat kritis ketika dunia mengisolasi salah satu sisa-sisa rezim apartheid, keputusan UEA untuk mengganggu front ini sangat memalukan, dan negara ini layak mendapat semua kritik dan kecaman internasional,” lanjut pernyataan itu.

Di bagian lain dari pernyataan tersebut, disebutkan upaya Menteri Luar Negeri UEA untuk membenarkan keputusan ini berdasarkan keinginan negara tersebut untuk menghentikan rencana aneksasi Tepi Barat sangat disayangkan.

Para penandatangan pernyataan itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa kemarahan organisasi-oraganisasi Palestina, termasuk Otoritas Palestina, Front Pembebasan Palestina, dan Hamas, melihat pembenaran ini sebagai tidak berdasar. Bahkan menurut perkataan Menteri Luar Negeri UEA sendiri, rencana aneksasi Tepi Barat ke wilayah pendudukan telah ditangguhkan untuk sementara waktu.

Di akhir pernyataan disebutkan, kami menyerukan kepada komunitas internasional dan semua organisasi yang menginginkan perdamaian sejati di Timur Tengah serta keadilan dan kebebasan bagi rakyat Palestina untuk melipatgandakan upaya mereka untuk mengisolasi rezim Zionis. (hry)

 

3916535

Kunci-kunci: Kecaman ، Kompromi UEA ، LSM Malaysia
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\