IQNA

Wartawan Pakistan:
12:55 - September 02, 2020
Berita ID: 3474555
TEHERAN (IQNA) - Wartawan Pakistan menulis: “Dalam situasi di mana Barat menuduh Islam dan Muslim dengan berbagai judul, tampaknya musuh utama masyarakat Barat tidak berakar dari negara-negara Islam, tetapi dari dalam diri mereka sendiri.”

Menurut IQNA, pasca pembunuhan di Masjid Christchurch di Selandia Baru yang pelakunya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada pekan lalu, banyak perbincangan soal akar aksi ini di negara damai seperti Selandia Baru. Wartawan Pakistan Zarrar Khuhro mengisyaratkan hal ini dalam catatan yang diterbitkan di situs DAWN.

Catatan tersebut pertama-tama dengan mengisyaratkan teori konspirasi tentang punahnya ras kulit putih dan manifesto Brenton Tarrant, pelaku serangan, menyebutkan: Akhirnya Brenton Tarrant divonis, teroris kulit putih yang menewaskan 51 orang di sebuah masjid di Christchurch; tetapi ideologi di balik tindakannya mendapatkan momentum. Manifesto "Great Alternative" -nya diambil langsung dari forum internet rasis kulit putih dan sayap kanan. Dimana ada keyakinan yang mendalam bahwa "ras kulit putih" sedang mengalami genosida. Mereka (rasis kulit putih) mengatakan bahwa ras-ras telah merampas tanah kita dan mengisyaratkan pada masuknya pengungsi dan imigran sebagai bagian dari rencana ini, yang menurut mereka (ras kulit putih) dibantu dan dikendalikan oleh pengkhianat kulit putih dan kelas liberal yang berkuasa di negara-negara Barat.

Dengan mengisyaratkan pada laporan tentang terlatihnya orang-orang seperti Tarrant, Khuhro menulis: Berita-berita yang dipublikasikan, bahwa organisasi-organisasi rasis sedang membentuk kelompok milisi dan regu polisi. Alasan mengapa kelompok-kelompok ini ingin merekrut personel militer sudah jelas: Tentara terlatih memiliki keterampilan yang diperlukan dalam merencanakan dan melaksanakan serangan teroris dan mereka juga dapat memberikan informasi, akses ke senjata pemusnah massal dan kredibilitas kelompok-kelompok tersebut. Selain itu, tentara-tentara Barat ditempatkan di negara-negara non-kulit putih; Di mana membunuh orang kulit berwarna dalam arti sejati adalah pekerjaan Anda. Dalam situasi ini, ranah disiapkan bagi orang-orang untuk menjadi ekstremis.

Wartawan Pakistan itu kemudian mengutip laporan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS tentang meningkatnya rasisme di negara itu: Pada tahun 2009, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS merilis laporan tentang ancaman terorisme sayap kanan di dalam negeri dan mencatat bahwa semua peningkatan keanggotaan di Klu Klux Klan (kelompok rasis yang dibentuk setelah Perang Saudara Amerika) - dari tahun 1860-an hingga sekarang - terjadi segera setelah berakhirnya perang asing. Laporan tersebut memperingatkan bahwa "ekstremis sayap kanan akan bekerja untuk memperkuat kemampuan kekerasan mereka dengan merekrut dan meradikalisasi para veteran yang kembali dari perang." Laporan itu membuat marah para veteran Amerika, politisi konservatif, politisi dan media, tetapi itu benar.

Dia kemudian mengutip beberapa contoh upaya ekstremis untuk merekrut personel militer dan menulis: Pertimbangkan, Frazier Glenn Miller, yang saat ini dipenjara karena pembunuhan tiga orang di sebuah pusat Yahudi di Kansas. Mantan veteran Perang Vietnam dan mantan baret hijau membentuk sebuah kelompok yang disebut Partai Patriotik, yang anggotanya berbaris di jalan-jalan dengan senjata dan seragam. Dia juga menerima $ 50.000 dari kelompok yang lebih besar bernama The Order untuk membeli senjata - termasuk rudal anti-tank - yang telah dicuri dari pangkalan militer AS. Dia adalah perekrut yang rajin yang secara khusus menargetkan tentara dan bahkan membayar mereka untuk melatih pasukannya.

Zarrar Khuhro menambahkan, tahun lalu, sebuah laporan investigasi menemukan bahwa tentara Kanada Patrik Mathews, yang terlatih dalam bahan peledak dan senjata api, adalah anggota kelompok neo-Nazi bernama The Base, yang tujuannya adalah awal sebuah perang rasial. Tersedia video-video yang memberi Anda rincian tentang bagaimana rencana Matthews meracuni air.

Wartawan Pakistan ini dalam catatannya menyimpulkan: Baru saja, mantan agen FBI Jerman, Michael German telah menerbitkan laporan yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang luas antara lembaga penegak hukum AS dan supremasi kulit putih. Dengan adanya miliaran dolar yang dihabiskan Barat untuk perang di luar negeri, mereka masih belum tahu bahwa musuh sebenarnya ada di dalam. (hry)

 

3920112

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\