IQNA

8:00 - December 30, 2020
Berita ID: 3474911
TEHERAN (IQNA) - Dalam pernyataannya, Dewan Ulama Jabal Amel menyebut para pembuat film dengan tema kehidupan Fatimah (as) sebagai pemecah belah antar agama Islam dan memublikasikan ide-ide menyesatkan dari kelompok yang berafiliasi dengan Inggris.

IQNA melaporkan, Dewan Ulama Jabal Amel mengecam tindakan seseorang bernama Yasser al-Habib memproduksi film berjudul The Lady of Heaven.

Menurut dewan ini, produser film ini mengupas biografi Sayyidah Fatimah az-Zahra (as), tetapi tujuan sebenarnya mereka tidak hanya untuk menjelaskan dimensi yang jelas dari kehidupan tokoh besar ini, tetapi juga untuk mengkonfirmasi pemikirannya yang menyesatkan dan memicu perselisihan di antara umat Islam.

Dewan tersebut mencatat latar belakang hitam Yasser al-Habib dan tindakannya yang mencurigakan, yang didukung oleh dinas intelijen Inggris, yang bertujuan untuk memecah belah umat Islam.

Di akhir pernyataan diseabutkan: “Dengan bertolak tindakan mencurigakan ini terjadi pada saat yang sangat kritis ketika musuh Zionis-Amerika mengobarkan perpecahan sektarian di antara mazhab-mazhab Islam, para ulama Jabal Amel berharap bahwa semua ulama rasional dan religius dari kelompok dan pelbagai mazhab agama berhati-hatilah dengan tindakan jahat seperti itu dan bekerja tanpa lelah untuk menyebarkan cinta dan pemulihan hubungan di antara Muslim dari semua kelompokl Tidak ada keselamatan bagi bangsa kecuali melalui persatuan dan berpegang teguh pada tali Allah.”

Perlu dicatat bahwa sejumlah maraji’ taqlid, termasuk Ayatullah Makarem Shirazi, Safi Golpayegani, Nouri Hamedani dan Subhani, dalam beberapa tahun terakhir dalam penyelidikan tersebut, menganggap produksi film yang memecah belah ini sebagai tindakan yang tidak Islami dan menekankan perlunya memperhatikan persyaratan waktu dan tempat. (hry)

 

3944141

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\