IQNA

8:37 - January 04, 2021
Berita ID: 3474928
TEHERAN (IQNA) - Surat kabar Inggris The Telegraph melaporkan keputusan 40 keluarga Muslim India untuk pindah secara paksa dari desa mereka di negara bagian Uttar Pradesh, India karena serangan tetangga Hindu di desa itu.

Surat kabar Inggris The Telegraph menulis: “40 keluarga Muslim India telah memutuskan untuk meninggalkan desa Mavi Meera di Uttar Pradesh, India karena tekanan dan penganiayaan yang berlebihan.”

Surat kabar itu menambahkan: Satu bulan setelah dikeluarkannya undang-undang yang mengkriminalisasi pernikahan antara Hindu dan Muslim oleh otoritas India, tekanan dari Hindu terhadap Muslim di desa Mavi Meera telah meningkat.

Sekelompok Bajrang Dal, sebuah sekte fanatik Hindu, melepaskan tembakan bulan lalu di rumah seorang pemilik toko Muslim di desa Mavi Meera dengan dalih bahwa tidak memberi mereka rokok gratis.

The Telegraph menambahkan: "Tidak ada yang terluka, tetapi keluarga Muslim segera memutuskan untuk meninggalkan desa mereka, di mana sekitar 600 keluarga Muslim tinggal disitu, dan memasang plakat di atas rumah mereka, mengumumkan bahwa mereka akan pindah dari desa ini."

Surat kabar tersebut mengutip dari Sartaj Alam, seorang Muslim India berusia 25 tahun yang meninggalkan desa bersama keluarganya seminggu yang lalu, mengatakan bahwa mereka tidak merasa aman di desa mereka dan bahwa umat Hindu telah lama menindas Muslim di desa tersebut.

“Saya dan istri saya meninggalkan desa kami dan menetap di sebuah rumah kontrakan di desa yang dikuasai Muslim. Penduduk desa lain juga berniat meninggalkan desa,” tambah Sartaj Alam.

Laporan itu menambahkan: Minoritas Muslim di desa tersebut menelepon polisi setempat untuk melaporkan insiden penembakan di rumah pemilik toko, tetapi petugas polisi meminta mereka untuk membatalkan pengaduan mereka. Polisi bahkan mengancam mereka bahwa umat Islam sendiri akan dituntut jika mereka mengeluh tentang umat Hindu. (hry)

 

3945277

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\