IQNA

11:12 - January 20, 2021
Berita ID: 3474976
TEHERAN (IQNA) - Nasr al-Shammari, juru bicara Gerakan al-Nujaba, pada acara pembukaan situs resmi gerakan tersebut dalam bahasa Ibrani, menekankan bahwa salah satu tujuan al-Nujaba adalah untuk mengatasi kedalaman musuh Israel dan mematahkan boikot intelijen rezim Zionis.

IQNA melaporkan, acara pembukaan situs resmi Perlawanan Islam al-Nujaba dalam bahasa Ibrani diadakan di Baghdad di hadapan perwakilan kelompok perlawanan dan sekelompok analis politik di Baghdad, dengan pidato oleh Ahmad ‘Aqel, duta besar Palestina untuk Irak, dan Nasr al-Shammari, juru bicara gerakan tersebut.

Juru bicara Perlawanan Islam al-Nujaba pada acara tersebut dengan menekankan pentingnya media dalam persamaan perang dengan musuh, mengatakan: “Saat ini, media bukan lagi bagian dari pertempuran, tetapi tiga perempat pertempuran dijelaskan. Senjata media adalah satu-satunya senjata yang dapat digunakan membidik pasukan musuh, tidak peduli seberapa jauh.”

Dengan menjelaskan bahwa sebelumnya, kami menyaksikan pembuatan jaringan dan halaman bahasa Arab, serta munculnya penutur bahasa Arab oleh musuh untuk memecah belah, al-Shammari mengatakan: “Hari ini kami menggunakan senjata yang sama untuk menargetkan musuh yang secara eksklusif berada di tangan mereka di masa lalu. Mulai sekarang, kami akan membahas kedalaman musuh, termasuk para pendukungnya dan pangkalan-pangkalan populernya, untuk memberi tahu mereka semua krisis dan masa depan mengerikan yang menanti mereka, yang diboikot oleh rezim Zionis.”

“Kesempatan bagi Zionis sangat pendek dan sekarang kita telah memasuki proses penurunan rezim itu. Jalan yang sama yang digambarkan oleh syahid Qasem Soleimani dan ditempuh Abu Mahdi al-Muhandis, sampai pembebasan Quds dan kita pergi ke rumah mereka; Dimana sumber dari semua konspirasi,” imbuhnya.

Wakil sekjen al-Nujaba mengatakan: “Pemerintah yang merasa paling terancam oleh media adalah rezim Zionis. Israel adalah rezim dan masyarakat yang didasarkan pada distorsi dan pembesar-besaran media, yang mencoba menunjukkan kekuatan dan tentaranya yang tak terkalahkan; tetapi hari ini kita melihat bahwa dalam menghadapi perlawanan, ia menderita kekalahan yang menghancurkan.”

Al-Shammari mengatakan bahwa rezim Zionis dan Amerika hanya memahami bahasa kekerasan, mengingatkan bahwa rencana seperti "pembentukan dua pemerintahan" atau "normalisasi hubungan dengan rezim Zionis" tidak akan pernah menjadi solusi untuk perdamaian dan ketenangan di kawasan; Sebaliknya, solusi untuk kawasan ini adalah melawan penjajah Amerika dan Zionis.

Di penghujung, dengan mengisyaratkan pada sikap Irak dalam proyek kompromi, berkata: “Irak, sebagai bagian dari poros perlawanan di kawasan, tidak dapat mengambil posisi netral terhadap perjuangan rakyat Palestina yang tertindas melawan rezim penjajah Zionis dan selama sebagian wilayah Palestina diduduki oleh rezim Zionis, Irak dan kawasan secara umum tidak akan pernah damai. (hry)

 

3948628

Kunci-kunci: Jubir al-Nujaba ، Boikot ، Informasi ، Zionis
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\