IQNA

IQNA:
5:27 - July 19, 2021
Berita ID: 3475534
TEHERAN (IQNA) - Haji dimulai untuk tahun kedua berturut-turut di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19, dengan jumlah jemaah terbatas yang tinggal di Arab Saudi. Keputusan pejabat Saudi untuk melarang haji bagi jamaah asing tahun ini memiliki konsekuensi ekonomi bagi negara, selain kritik terhadap monopoli Riyadh atas haji.

IQNA melaporkan, sektor pariwisata religi Arab Saudi menghasilkan lebih dari 85 miliar real per tahun untuk ekonomi Saudi, karena Arab Saudi menerima sekitar dua juta peziarah setiap tahun, menciptakan setidaknya 100.000 pekerjaan. Haji sekarang menjadi sumber pendapatan ekonomi Saudi terbesar kedua setelah minyak, dan harus diingat bahwa para pejabat Saudi sedang berusaha untuk meninjau kembali struktur dan organisasi haji karena jatuhnya harga minyak, karena turunnya harga minyak berdampak negatif terhadap anggaran negara yang sangat bergantung pada minyak.

Haji di Masa Pandemi dan Pukulan Bagi Ekonomi Non-Minyak Arab Saudi

Arab Saudi membuka pintunya bagi wisatawan internasional pada tahun 2019, dan dengan pengembangan kawasan pariwisata Laut Merah dan investasi besar di industri ini, itu dimaksudkan untuk mengurangi sebagian ketergantungan ekonominya pada pendapatan minyak, tetapi pariwisata juga merupakan salah satu industri di negara ini sedang dilanda krisis global akibat merebaknya virus Covid-19.

Tahun ini, untuk tahun kedua berturut-turut, akibat pandemi Covid-19, pejabat Saudi membatasi haji menjadi 60.000 warga dan penduduk yang mukim di negara ini.

Haji di Masa Pandemi dan Pukulan Bagi Ekonomi Non-Minyak Arab Saudi

Meskipun banyak negara telah memperkenalkan vaksinasi Covid-19 kepada warganya selama beberapa bulan; namun, Arab Saudi tidak mengizinkan jemaah haji asing masuk dengan dalih menjaga kesehatan jemaah haji dan mencegah penyebaran Covid-19 di antara mereka.

Kementerian Haji Saudi mengatakan bahwa semua 60.000 peziarah tahun ini berusia antara 18 dan 65 tahun dan telah menerima dua dosis vaksin Covid-19, dan prioritas itu diberikan kepada mereka yang belum melakukan haji.

Haji di Masa Pandemi dan Pukulan Bagi Ekonomi Non-Minyak Arab Saudi

Tahun lalu, dengan merebaknya virus Covid-19 baru di dunia, jumlah jemaah haji dibatasi sekitar 10.000 orang di dalam Arab Saudi, sedangkan pada tahun sebelumnya, 2019, jumlah jemaah haji dari seluruh dunia, mencapai 2,5 juta orang.

Haji di Masa Pandemi dan Pukulan Bagi Ekonomi Non-Minyak Arab Saudi

Membatasi haji untuk warga negara dan individu Saudi juga akan melemahkan implementasi rencana reformasi Putra Mahkota Muhammad bin Salman di bawah visi 2030, yang mencakup promosi wisata religi di negara itu dan menghasilkan pendapatan miliaran dolar. (hry)

 

3983263

Kunci-kunci: IQNA ، Haji ، Masa Pandemi ، Ekonomi ، Non-Minyak ، Arab Saudi
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\