IQNA

Ulama Syiah dan Sunni Lahore:

Para Khotib Harus Menahan Diri dari Mengungkapkan Hal-Hal yang Memecah Belah di Bulan Muharram

10:58 - August 09, 2021
Berita ID: 3475602
TEHERAN (IQNA) - Ulama dan tokoh Syiah dan Sunni Lahore berkumpul di kota ini selama konferensi tentang masalah Muharram dan menyarankan kepada para khotib Ahlulbait (as) untuk menahan diri dari mengungkapkan materi yang memecah belah selama hari-hari Muharram.

IQNA melaporkan, menjelang Muharram dan hari-hari berkabung atas kesyahidan Imam Husein (as) dan para sahabat setianya, konferensi "Persatuan Agama Islam" diadakan dengan kehadiran Jafar Ronas, afiliasi kebudayaan dan kepala rumah kebudayaan Iran di Lahore, tokoh agama, ulama dan pemikir Sunni.

Jafar Ronas, konsulat kebudayaan Iran di Lahore, mengatakan pada konferensi itu bahwa Asyura, dengan harta spiritual dan berharganya seperti keterpusatan pada Tuhan, mengikuti Alquran dan Sunnah, mencari keadilan, poros kebenaran dan memperhatikan martabat manusia, mengirimkan pesan-pesan kemanusiaan yang mendalam bagi umat manusia dan mengatakan “Jiwa-jiwa yang diberikan untuk keridhaan Allah dan reformasi umat Nabi, adalah peta jalan yang baik untuk persatuan umat Islam.”

Para Khotib Harus Menahan Diri dari Mengungkapkan Hal-Hal yang Memecah Belah di Bulan Muharram

Penanggung jawab rumah kebudayaan Iran di Lahore menyatakan, prinsip-prinsip manusia dan kesamaan seperti keterpusatan pada Tuhan, keadilan, komitmen, kesetiaan, kebebasan adalah salah satu fondasi penting dari madrasah Asyura. Karenanya, Asyura memiliki pesan pemersatu baik di kalangan pemeluk Islam maupun bagi pemeluk agama lain dan seluruh umat manusia.

Dia mengutip pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, yang mengatakan: "Asyura harus dianggap sebagai peristiwa yang dapat menjadi pelajaran sepanjang sejarah dan menggulingkan fondasi penindasan dan tirani."

Pembicara lain pada konferensi tersebut mengungkapkan dampak mendalam dari peristiwa tragis Karbala dan kesyahidan Ahulbait (as) dalam sejarah umat manusia: Gerakan Karbala dan kesyahidan Imam Husein (as) menyebabkan Islam sejati yang sedang diubah untuk hidup kembali selamanya.

Tokoh-tokoh Sunni dalam konferensi tersebut, yang menekankan persatuan dan kesatuan di antara pemeluk agama Islam selama bulan Muharram, mengatakan bahwa Ahlusunah di Pakistan juga mengungkapkan cinta mereka kepada Imam Husein, cucu Nabi (saw) dengan mengadakan ritual khusus di masjid dan jalan-jalan pada hari Tasua dan Asyura.

Para Khotib Harus Menahan Diri dari Mengungkapkan Hal-Hal yang Memecah Belah di Bulan Muharram

Juga dalam pertemuan ini, para peserta menyarankan para khotib Ahlulbait (as) untuk menahan diri dari mengungkapkan materi yang memecah belah dan provokatif, dan program ini diliput langsung di saluran "Such TV" dan "Lahore Rang". (hry)

 

3989137

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* :