IQNA

15:11 - February 10, 2022
Berita ID: 3476452
TEHERAN (IQNA) - Abu Bakr Balki, seorang profesor di Universitas Soran di Kurdistan Irak, mengatakan: “Fanatisme mazhab tidak lahir dari beberapa hari dan tahun terakhir, tetapi sebuah fakta yang ada dalam masyarakat Islam kita, jadi dialog adalah kebutuhan dan kepentingan yang tak terbantahkan. Dunia Islam mengharuskan interaksi ini dihidupkan kembali."

Menurut IQNA, konferensi Internasional Adab Sengketa ke-5 dengan tema "Pendekatan di Abad 21; Tantangan dan Perspektif» diselenggarakan hari Rabu, 9 Februari, oleh universitas mazhab-mazhab Islam.

Abu Bakr Balki, seorang profesor di Universitas Soran di Kurdistan Irak, menyampaikan pidato tentang "Ritus Dialog dan Toleransi Beragama" pada pertemuan tersebut, yang dijelaskan di bawah ini:

Toleransi secara harafiah berarti kelembutan, mempermudah dan kemudahan bertransaksi, dan turunannya meliputi toleransi, memaafkan kesalahan orang lain dan memaafkan sebagian dari hak pribadi seseorang dan berusaha memaafkan orang lain. Toleransi bagi para filosof berarti kemudahan berinteraksi. Toleransi dalam konsep Islam memiliki nilai yang tinggi karena toleransi tidak hanya berhenti pada tataran masalah hukum dan kewajiban atau batasan dan ketentuan, larangan dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga mencakup hubungan dan perlakuan antar manusia dan pergaulan yang baik di antara mereka; Sedemikian rupa sehingga orang yang memiliki dominasi melepaskan haknya atas dasar kedermawanan, meskipun dia telah berusaha keras untuk mendapatkannya, dia melepaskannya karena toleransi.

Nilai toleransi dalam Islam

Nilai toleransi dalam Islam dikristalkan melalui pemajuan perspektif kemanusiaan dan moral yang bertujuan untuk menggeneralisasi prinsip-prinsip moralitas, kesetaraan dan keadilan di antara semua manusia tanpa ada diskriminasi di antara mereka. Ciri lain dari toleransi adalah adanya perbedaan antara orang-orang dari segala jenis dan bahwa orang dapat mengikuti pendapat yang berbeda, dan semua ini menghasilkan hidup berdampingan secara damai. Islam berusaha menyebarkan prinsip persaudaraan dan kemanusiaan melalui toleransi.

Toleransi adalah apa yang menjamin jaminan eksekutif dari kemajuan masyarakat dan fondasi untuk pemantapannya.

Universalitas toleransi dalam Islam

Toleransi Islam bukan hanya terhadap umat Islam, tetapi bersifat universal dan mencakup seluruh umat manusia, dan itu sejalan dengan kemajuan Islam. Allah telah berfirman dalam Alquran bahwa rahmat Islam mencakup semua makhluk, disamping manusia

Perselisihan beberapa pembicara di kalangan umat Islam

Agama Islam selalu menekankan penolakan penyebab perpecahan dan kebencian.

Muslim membutuhkan satu strategi

Alquran juga mengatakan: Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu. (HRY)

 

4035118

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: