IQNA

Analisis Pertempuran Melawan Zionisme dalam Alquran/ 11

Keberhasilan dalam Ujian Ilahi; Syarat Kemenangan Mutlak atas Musuh dalam Alquran

23:23 - March 20, 2026
Berita ID: 3483489
IQNA - Dalam kisah Perang Talut di Alquran, kemenangan akhir diraih setelah melewati berbagai ujian ilahi dan seleksi dalam hal wilayah ilahi, keduniawian, dan rasa takut kepada orang lain.

Alquran tidak hanya menceritakan sejarah Bani Israel sebagai kisah masa lalu, tetapi lebih sebagai cermin bagi masa kini. Ayat 246 surah Al-Baqarah menceritakan kisah Bani Israel setelah Nabi Musa (as) yang, dalam situasi pengasingan dan penindasan yang sulit, meminta nabi mereka untuk menunjuk seorang komandan untuk perang, tetapi kemudian, mereka dihadapkan pada beberapa ujian dan seleksi.

Ketika nabi mereka mengangkat Talut sebagai komandan, mereka memprotes bahwa ia tidak memiliki ketenaran atau kekayaan. Nabi mereka mengingatkan mereka bahwa pertama, Allah telah memilihnya dan kedua, ia memiliki kemampuan ilmiah dan kekuatan fisik yang diperlukan untuk memimpin perang (QS. Al-Baqarah: 247). Kemudian, pasukan yang kehausan itu sampai di sebuah sungai, dan Talut berkata bahwa mereka tidak boleh minum dari sungai itu kecuali dengan seciduk tangan mereka. Barangsiapa tidak minum dari air ini, maka ia adalah dariku: “Fainnahu Minni/ Maka sesungguhnya ia termasuk golongan-Ku” (QS. Al-Baqarah: 249) dan barangsiapa minum dari air itu, sesungguhnya ia adalah orang asing: “Falaisa Mnni/ Ia tidak termasuk golongan-Ku.” Tetapi orang-orang yang minum dengan seciduk tangan mereka bukanlah dari (golonganku) dan bukan pula orang asing.

Pada tahap selanjutnya, ketika mereka menghadapi pasukan Goliath yang bersenjata lengkap, setelah melihat jumlah musuh yang sangat banyak, mereka berkata bahwa hari ini mereka tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi Goliath dan pasukannya. Di sisi lain, sebagian orang mengutip sebuah riwayat samawi dan berkata: 

«كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَ اللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ» 

“Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 249).

Kisah ini menunjukkan bahwa kemenangan di satu tahap ujian saja tidak cukup. Dalam cerita ini, sebuah kelompok tidak menerima pemimpin karena kemiskinan, sebuah kelompok gagal dalam ujian ketahanan perut, dan sebuah kelompok kalah dalam pertempuran melawan musuh. Mereka yang menerima kepemimpinan wali Tuhan, ketika tangan mereka menyentuh harta milik rakyat atau negara, mereka melewatinya dengan bermartabat dan akhirnya tetap teguh dalam menghadapi musuh, dapat memahami janji kemenangan yang sempurna. (HRY)

 

 

captcha