IQNA

Analisis Pertempuran Melawan Zionisme dalam Alquran/ 13

Yahudi dan Peranannya dalam Memecah Belah Umat Muslim

17:42 - March 24, 2026
Berita ID: 3483497
IQNA - Selama perang Ramadhan, di satu sisi adalah Iran yang mayoritas Islam dan di sisi lain adalah Amerika dan rezim Zionis beserta basis mereka di negara-negara Arab Muslim di Asia Barat. Apa yang dikatakan Alquran tentang klasifikasi ini?

Ketika salah seorang Yahudi melihat persatuan kaum Muslimin di Madinah, khususnya dua suku (Aus dan Khazraj), ia merencanakan dan mengirim sekelompok orang untuk memprovokasi mereka dengan mengungkit-ungkit peristiwa masa lalu. Rasulullah (saw) menyerukan perdamaian, memperingatkan mereka, dan memberitahukan tentang konspirasi musuh. Ayat 98-100 surah Al-Imran diturunkan dalam hal ini.

Allah swt telah berfirman dalam Alquran surah Ali Imran ayat 100:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti segolongan dari orang yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir setelah beriman”.

Yang dimaksud dengan “segolongan” adalah sekelompok orang Yahudi. Kufur setelah beriman juga menjelaskan bagaimana umat Muslim menjadi kafir atas hasutan orang-orang Yahudi. Ada kemungkinan bahwa kekafiran merujuk pada permusuhan yang sama seperti pada masa pra-Islam; karena iman adalah sumber kasih sayang dan persaudaraan, dan kekafiran adalah sumber perpecahan dan permusuhan.

Sesungguhnya, ayat ini memperingatkan umat Islam bahwa jika mereka terpengaruh oleh kata-kata beracun musuh dan menyerah pada godaan mereka, tidak akan lama sebelum iman mereka hancur dan mereka akan kembali kepada kekafiran; karena musuh pertama-tama mencoba menyulut api permusuhan di antara mereka dan mengadu domba mereka, dan terus menerus menggoda mereka sampai ia benar-benar menjauhkan mereka dari Islam.

Pada ayat selanjutnya, Allah swt berfirman:

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَ أَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَ فِيكُمْ رَسُولُهُ

“Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu?” Artinya, ketika Nabi (saw) membacakan ayat-ayat kepada kamu, dengarkanlah dengan seksama dan renungkanlah, dan jika kamu tidak mampu, rujuklah kepada Rasul (saw). Bertindak berdasarkan ayat ini di zaman kita berarti berpegang teguh pada ayat-ayat Allah dan merujuk pada Sunnah Nabi (saw) untuk membantah keraguan yang telah ditanamkan oleh orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, umat Islam di seluruh dunia harus berhati-hati dalam menentukan pihak mana yang mereka dukung dalam pertempuran antara Iran dan rezim Zionis-Amerika. (HRY)

captcha