IQNA

Seruan "Ya Husein" Bergema dalam Acara Berkabung Tuwairij di Karbala

3:27 - June 28, 2026
Berita ID: 3483781
ritual tuwairij
IQNA - Pada peringatan kesyahidan Imam Husein (as), jutaan pelayat Huseini di Karbala memulai ritual bersejarah dan megah "Rakdhah al-Tuwairij" dengan berjalan kaki dan berlari kecil, sementara gema seruan "Ya Husein" mengguncang Bainal Haramain.

Menurut Iqna mengutip Al-Kafeel, Rakdhah al-Tuwairij adalah salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia, yang diadakan setiap tahun pada tengah hari Asyura di bulan Muharram untuk memperingati kesyahidan Imam Husein (as) dan para sahabatnya.

Peringatan Tuwairij adalah peringatan tahunan penduduk Tuwairij, dari kota mereka ke makam Imam Husein (as) pada hari Asyura. Ritual ini sering diadakan dalam bentuk prosesi setelah shalat Dhuhur.

Slogan

Dalam perjalanan dan saat memasuki makam Imam Husein (as) dan makam Abul Fadhl (as), para pengkabung meneriakkan slogan-slogan seperti: Wa Husaina, Labbaika Ya Husain, Ya Latharat al-Husain, Labbaika Ya Da'i Allah, Abad Wallah Ma Nansa Husaina (Demi Allah, kami tidak akan pernah melupakan Imam Husein (as), Ya Abbas, bawalah air untuk Sukinah, Al-Yaum Al-Yaum Nu'azzi Fatimah, dan Wa Wa'ila ala al-Abbas.

Sejarah Ritual Tuwairij

Menurut beberapa sumber, pembentukan prosesi Tuwairij dan pergerakan kelompok dengan cara berpacu diprakarsai oleh Sayyid Salih Qazvini. Ia telah menetap di Tuwairij, tempat berkabung untuk Imam Husein (as) selama dua tahun pada sepuluh hari Muharram. Pada pagi hari Asyura, Sayyid Salih membacakan maqtal Sayyid ibni Tawus, sementara puluhan ribu orang hadir. Setelah sarapan, mereka berangkat berjalan kaki menuju Karbala. Ketika mereka sampai di daerah Bab al-Tuwairij (salah satu gerbang masuk ke kota Karbala), mereka melaksanakan salat Dhuhur dan kemudian melakukan Rakdhah al-Tuwairij menuju makam Imam Husein (as) dan al-Abbas (As). Satu jam setelah tengah hari, yaitu waktu kesyahidan Imam Husein (as), para peziarah memasuki Karbala dengan berjalan kaki, tetapi Sayyid Salih menunggang kuda dan berangkat bersama ribuan peziarah. Cara ini dipraktikkan di antara keturunannya setelah wafatnya Sayyid Salih pada tahun 1304 H. Sejak saat itu, hingga dekade terakhir abad ke-14, prosesi al-Tuwairij dipimpin oleh keturunan Sayyid Salih.

Klaim telah berlangsung selama lebih dari 300 tahun

Sayyid Salih Shahrastani (wafat 1395 H) meyakini dalam bukunya Tarikh al-Niyahah bahwa prosesi al-Tuwairij telah berlangsung selama lebih dari tiga abad, dan para pesertanya percaya bahwa mereka sedang melakukan simbol gerakan Bani Asad pada hari Asyura tahun 61 H. (HRY)

 
captcha