Muhammad Najjar dalam pertemuannya dengan Ketua Dewan Ulama Syiah Afganistan membahas tentang situasi pergolakan dunia, khususnya kebangkitan rakyat di negara-negara muslim, diantaranya Mesir dan Tunisia.
IQNA mengutip laporan dari situs Menteri Dalam Negeri, Mustafha Muhammad Najjar pada Rabu pagi kemarin , 9 Maret, dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Ulama Syiah Afghanistan dengan para sarjana dan ulama Kabul membahas tentang perkembangan internasional, khususnya kebangkitan rakyat di negara-negara Islam, termasuk Mesir dan Tunisia, serta menegaskan untuk memperkuat dan memperluas hubungan antara Iran dan Afghanistan, yang kedua negara merupakan dua cabang sebuah pohon yang kokoh.
Menteri Dalam Negeri Iran menyatakan bahwa selalu bersama bangsa dan pemerintah Afghanistan, dengan mengatakan, "Dua belas ribu mahasiswa Afghanistan sedang belajar di universitas-universitas Iran memiliki peranan yang sangat penting dalam mempromosikan sumber daya manusia di Afghanistan.”
Dia mengisyaratkan empat ribu mahasiswa Afganistan yang belajar di Iran dan menambahkan: "Lima puluh ribu siswa yang tidak mendapatkan perizinan dari presiden Afghanistan juga telah diserap di-sekolah sekolah Iran.”
Ayatollah Mohseni, Ketua Dewan Ulama Syiah Afghanistan juga menghargai bantuan Republik Islam kepada Afghanistan dan menegaskan perlunya meningkatkan kerjasama yang baik antara kedua negara.
Ia pun mengisyaratkan bahwa isu-isu baru yang dinisbatkan kepada Republik Islam Iran, beliau mengatakan, “ Ini adalah fitnah dan isu-isu politik, serta konspirasi tidak akan pernah terwujud.”
Mengacu pada pernyataan Menteri Dalam Negeri Afghanistan kemarin tentang tidak adanya bukti Iran campur tangan dalam urusan negara ini, beliau menegaskan, "Pernyataan ini adalah pandangan dari Bismillahi Muhammadi, juga merupakan pandangan pemerintah dan rakyat Afghanistan.”
760861