Iqna merilis dari kantor berita Prancis, bahwa Abdullah Ahmad Badawi, PM Malaysia pada sambutannya di hari pertama konfrensi menegaskan perlunya mengembalikan kaum muslimin pada masa kejayaan dan keemasan serta menumbuhkan semangat untuk menggali ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut beliau mengatakan: Tidak adanya ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk berkreasi dalam diri kaum muslimin serta tidak adanya konsentrasi dan perhatian yang cukup untuk masalah ini akan menyebabkan hilangnya kemampuan dan kepemimpinan kaum muslimin.
Menurutnya, di dunia yangmana ilmu pengetahuan menjadi tolok ukurnya saat ini akan menuju kepada era globalisasi, maka kaum muslimin tidak ada pilihan lain kecuali memilih salah satu dari dua; berkreasi atau tertinggal.
Beliau juga mengharap agar seluruh negara Islam memberikan konsentrasi yang penuh untuk menambah dan memperluas penanaman modal di bidang pendidikan.
Bapak Susilo Bambang Yudoyono, Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya, seperti para pemimpin lainnya juga menekankan akan pentingnya memupuk persatuan dan kesatuan umat Islam. menurutnya langkah pertama yang harus dilakukan oleh negara-negara Islam dalam rangka memajukan dan membangun hubungan antar negara Islam adalah merealisasikan persatuan dan kesatuan di kalangan kaum muslimin. hendaknya setiap muslim bergandengan tangan satu sama lain sehingga dapat meraih kembali kejayaan dan masa keemasan Islam.
Presiden negara jumlah rakyat muslim terbanyak di dunia itu dengan menegaskan kekuatan dan kemampuan kaum muslimin mengatakan, bahwa umat Islam haruslah memiliki percaya diri, bahwa dirinya tidak lemah dan mampu untuk bersatu dalam rangka melakukan pengembangan dan perluasan. kita adlah kuat. kalau pun secara lahiriah banyak yang nampak lemah, itu adalah akibat langkah-langkah dan kebijakan kita yang tidak benar, tambahnya.
SBY juga mengingatkan, bahwa Negara-neagra Islam saat ini memasok 70 % energi yang dibutuhkan oleh dunia dan 40 % bahan mentah. karenanya mereka haruslah membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan sains.
dalam konfrensi tersebut kira-kira hadir 900 peserta. selain kepala pemerintahan, juga hadir para bisnisman dari berbagai negara anggota OKI dan non anggota, seperti CIna, India, Amerika dan Eropa.
128633