IQNA

Ketua Yayasan Wisata Internasional Al Hikmah:

Rekreasi ke Negara-Negara Islam akan Menguatkan Perasaan Bersama Islami

17:00 - August 06, 2007
Berita ID: 1569533
Berkunjung dan berekreasi di negara-negara Islam merupakan faktor pemersatu perasaan Isalami dan memunculkan rasa memiliki tanggungjawab dan kerjasama antar sesama muslim
Hojjatul Islam Wal Muslimin Sayyid Riyadh Al Hakim, ketua Yayasan wisata dan budaya internasional Al Hikmah mengatakan hal itu pada wawancara eksklusifnya dengan Iqna dan menambahkan, bahwa membangun budaya rekreasi dengan kerja sama para pebisnis di bidang wisata, khsusnya yang Islami akan mendorong kaum muslimin untuk saling mengenal satu sama lain.

Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom ini juga menjelaskan tentang perlu adanya perubahan yang memberikan kemudahan pada kegiatan wisata yang berhubungan dengan surat-surat dan administrasi kenegaraan.

Menurutnya hal itu akan memberikan peluang untuk pengembangan di bidang ekonomi, sosial dan spiritual. selain itu kegiatan tersebut akan menghilangkan adanya berbagai konflik dan ketegangan poltik antar negara Islam.

Di antara kemuduran dunia wisata kita adalah tidak adanya fasilitas yang memadai untuk para peziarah. di samping itu juga tidak bisa ditutupi bahwa di antara faktir yang mencegah perkembangan dunia wisat di beberapa negara Islam adalah kurangnya keamanan di beberapa negara Islam tersebut yang diakibatkan, oleh kesalahan berfikir dan pemahaman sebagian kelimpok terhadap inti ajaran Islam.

Penulis beberapa buku agama yang berhubungan dengan tema-tema Al Quran ini lebih lanjut menegaskan, bahwa sangat disayangkan adanya beberapa kebijakan pemerintah sebagian negara Islam yang menyebabkan masyarakat menjauh dari ajaran Al Quran yang sejati.

Hakim kemudian menjelaskan tentang pentingnya pesatuan dan adanya beberapa gambaran tentang persatuan. menurutnya ada empat langkah yang dapat ditempuh; pertama seluruh ulama dan tokoh kaum muslimin harus memahami secara sempurna tentang pentingnya persatuan, bersikap lapang dada dalam berinteraksi dengan sesama dan menjauihkan fanatisme golongan dan madzhab serta menjauhkan diri dari sikap ekstrim.


150553


captcha