IQNA

Tidak Adanya Persatuan Merupakan Problem Besar Kaum Muslimin

20:42 - August 20, 2007
Berita ID: 1573673
Mohammad Syahid: Lemahnya persatuan kaum muslimin di Eropa merupakan sebab adanya reaksi mereka atas tindakan permusuhan negara-negara Eropa terhadap Islam.
Iqna: Mohammad Syahid, seorang muslim syiah dari negri Belanda yag hadir dalam konfrensi Majmah Ahlul Bayt Al’ Alami menyatakan hal itu dan menambahkan, bahwa memberikan porsi berlebihan pada masalah-masalah khilafiyah akan menambah adanya perselisihan dan perpecahan di kalangan kaum muslimin.

Mohammad Syahid yang saat ini sedang menjadi pelajar di kota Qom, Iran sejak enam tahun yang lalu melakukan penelitian ajaran berbagai agama sehingga kemudian menentukan untuk memilih Islam sebagai agamanya menegaskan, bahwa agama Islam adalah agama yang komprehensif dalam berbagai bidang; ekonomi, budaya, politik dan lainnya.

Menurutnya fanatisme kebangsaan dan kesukuan akan memberikan dampak yang negatif dalam upaya persatuan. Sebagai contoh apa yang terjadi di Perancis pada saat kaum muslimin walaupun mereka dari berbagai suku bangsa, namun karena persatuan mereka dapat menekan pemerintah sehingga pemerintah tidak berhasil melakukan pembatasan dan pelarangan penggunaan jilbab.

Hal itu berbeda dengan yang didapati di Eropa secara umum dan Belanda secara khusus walaupun jumlah kaum muslimin sangatlah besar begitu juga jumlah Syiah yang sudah mencapai 10 % dari keseluruhan jumlah penduduk Belanda, namun karena adanya perpecahan dan berbagai kelompok seperti Wahhabi dan Salafi, maka mereka tidaklah memiliki kekuatan.

Berkenaan dengan alas an dirinya memilih Qom sebagai tempat belajar, ia menjelaskan, bahwa sebelumnya ia mendapatkan keterangan dari beberapa orang ulama dari Irak dan Turki namun saat ini ia menyaksikan sendiri, bahwa Qom memanglah tetap yang ideal untuk belajar ilmu-ilmu agama.

Begitu juga dengan Iran, menurutnya adalah satu-satu Negara yang menjadi harapan kaum muslimin untuk dapat menyelesaikan berbagai problemnya.

Berkenaan dengan pelaksanaan konfrensi menurut sangatlah bagus dan waktunya sangatlah tepat. Hanya saja ia berharap tidak hanya melulu difokuskan pada penyampaian ceramah semata.

Pada akhir ceramahnya ia mengharap semua pengikut Ahlul bayt menjalin oersatuan yang lebih erat sehingga dapat menyebarkan ajaran Ahlul bayt dengan lebih efektif, sebagaimana semuanya harus menyiapkan keadilan guna menyongsing kedatangan Imam Mahdi al muntadhar af.

156365
captcha