Perdana Menteri Turki, Rajab Thayyib Erdogan dalam pembelaannya terhadap Islam menyatakan bahwa Denmark, harus meminta maaf kepada seluruh kaum muslim atas penghinaan terhadap tempat-tempat suci kaum muslimin.
Iqna melaporkan dari situs ”Muhith” Erdogan menyatakah hal ini dalam pertemuan NATO pada Sabtu, 5 April. ”Denmark harus meminta maaf kepada kaum muslimin terkait tersebarnya karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw pada tahun 2005 lalu.
Erdogan adalah perwakilan dari negara Turki; sebagai satu-satunya negara Islam dan salah satu anggota NATO yang tidak akan menghadiri pertemuan ini, sebagai bentuk protes terhadap penghinaan atas Nabi saw dan menyatakan penolakannya terhadap pemilihan perdana menteri Denmark selaku sekjen dari dewan kerjasama NATO.
Barrack Obama, juga sebagai saksi penentangan Turki dan mengharapkan perubahan sikap Turki atas kebijakan ini sebagai syarat kerjasama dunia Islam dengan NATO dan juga untuk dilaksanakannya seminar “Dialog Islam dan Barat” di Turki.
383334