IQNA

Pemikiran Humanisme Akar Kecendrungan "Pengalaman Beragama"

12:46 - July 31, 2009
Berita ID: 1807878
Latar belakang pemikiran para filosof yang beraliran agama mengarah kepada kecendrungan "pengalaman beragama" adalah pemikiran humanisme, karena manusia dijadikan sebagai poros segala sesuatu dengan kata lain hal-hal yang langit pun termasuk wahyu dibumikan
Hojjatul Islam Wal Muslimin Muhsin Ghurawiyyan, Guru besar Hauzah Ilmiah Qom dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa kesimpulan tersebut sesuai dengan telaah yang telah dilakukan dalam masalah ini.


Selanjutnya anggota dewan keilmuan di Sekolah Tinggi Imam Khomeini ini mengatakan, bahwa mereka yang mengusung paradigm ini berusaha sekuat tenaga untuk memberikan penjelasan dan interpretasi semua masalah dengan pandangan “bumi” dan insani sehingga wahyu dipahami sebagai sebuah pengalaman pribadi dan batini dan tidak lain merupakan perasaan dan kondisi batin seseorang.


Penulis buku FIlsafat Akhlak berkenaan dengan sejarah munculnya pemikiran dan isu “pengalaman keberagamaan” ini mengatakan, bahwa isu ini mulai diusung pada abad 18, karena dipengaruhi oleh aliran pemikiran positivism dan Empirisme. Hal itu karena “pengalaman” dianggap sebagai barometer final sebuah hakikat atau realitas.


Pakar filsafat Islam ini juga menambahkan, bahwa para penganut madzhab Positivisme membatasi realitas itu pada “pengalaman inderawi” saja. Karena itu di saat mereka ingin menjelaskan sesuatu yang tidak inderawi, maka mereka maju satu langkah dengan membuka sebuah bab baru yang mereka namakan “pengalaman batini”


Pada kenyataannya mereka terjerumus kepada kesalahan tersebut karena kecenderungan mereka pada alam inderawi dan materi saja, sehingga wahyu yang hakikatnya adalah non materi dan non inderawi itu pun mereka ingkari dan dipaksakan untuk dijelaskan dengan sesuatu yang inderawi, tegasnya.


Selain itu menurutnya dampak buruk dari pemikiran ini adalah pengingkaran atas semua yang metafisika, sehingga tidak ada lagi pembahasan tentang wahyu yang turun dari alam lain yakni alam “atas” ke “bawah” yakni manusia, sebab manusia itu sendiri yang menghasilkannya sebuah perasaan di dalam dirinya, perasaan bersatu dengan wahyu dan perasaan ini disebut perasaan beragama.


434445

captcha