Iqna: Hasan Rahim Pour Azghadi pada seminar Internasional yang berjudul "Imam Mahdi dan Nabi Isa as" menyebutkan hal itu dan menjelaskan tentang keyakinan berbagai agama sesuai teks keagamaan mereka masing-masing akan adanya juru selamat di akhir zaman.
Pada awal ceramahnya di acara Seminar yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna IRIB Tehran ini, Rahim Pour menyebutkan, bahwa metodologi yang paling benar dan logis dalam pembahasan Sang Juru Selamat adalah dengan melakukan penelitian dan telaah pada teks-teks keagamaan, karena pembahasan ini adalah berhubungan dengan fenomena yang akan terjadi di masa mendatang yang diri kita tidak akan memiliki praduga apapun.
Menurutnya Imam Mahdi adalah milik semua masyarakat dunia. janji akan kehadiran beliau tidaklah terbatas pada agama atau kelompok tertentu. Karena itu wacana Mahdiisme adalah wacana global, internasional dan lintas agama serta madzhab.
Untuk menjelaskan hal itu dibutuhkan adanya bahasa yang sama, bahkan cara hidup yang sama, tambahnya.
Peneliti ilmu-ilmu keislaman ini lebih lanjut menjelaskan, bahwa Imam Mahdi dalam refrensi kami disebutkan, bahwa beliau lahir dari seorang ibu kristen dari barat dan ayah dari timur. karenanya beliau adalah barat dan timur. Beginilah proyek Tuhan, dimana pada masa kehadirannya beliau berinteraksi dengan orang yang di barat dan timur dengan satu bahasa untuk memperkenalkan dirinya.
Rahim Puor membacakan beberapa ayat Al Quran tentang penegakan keadilan sembari menjelaskan, bahwa di dalam Al Quran problema terbesar manusia adalah penegakan keadilan. semua perjanjian dan barometer diharapkan akan berdiri di atas asas keadilan, begitu juga keberpihakan pada kebenaran dan penegakan HAM.
Menurutnya penegakan keadilan dan tauhid adalah laksana dua wajah satu mata uang yang tak dapat terpisahkan. karenanya keadilan tanpa tauhid tidak akan terealisasi dan bgitu pula sebaliknya. Imam Mahdi akan hadir untuk merealisasikan keduanya dengan baik dan sempurna, tegasnya.
Beliau juga menjelaskan, bahwa dalam banyak riwayat disebutkan, bahwa kabar gembira Nabi Isa as tidaklah terbatas hanya pada kenabian Nabi Muhammad saw, namun beliau menyebutkan juga akan kepemimpinan Imam Ali as setelah beliau dan akan kehadiran Imam Mahdi di akhir zaman yang merupakan keturunan Nabi dan Imam Ali as. karena itu mengingkari kehadiran beliau memiliki implikasi pada pengingkaran pada apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dan para Nabi sebelumnya.
Berkenaan dengan hubungan dengan berbagai pemeluk agama lain, Imam Mahdi juga akan melaksanakan seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, di saat beliau di Madinah dengan para pemeluk agama Nasrani dan Majusi, dimana Rasulullah menjamin keamanan jiwa dan harta mereka untuk hidup bersama dengan damai dan aman dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Imam Mahdi di saat muncul akan menggunakan metode perdamaian dan keharmonisan dengan semua, kecuali bagi para penentang kemanusiaan dan agama Allah, tambahnya
445846