Para wanita muslimah kota Anvers, Belgia menyatakan protes atas undang-undang pelarangan jilbab bagi pembukaan sekolah-sekolah baru, Selasa kemarin. Mereka menggelar aksi demo sebagai bentuk penentangan atas undang-undang tersebut.
Iqna melaporkan dari rtbf, sejumlah perempuan muslimah beserta orang tua didukung oleh yayasan Over Eigen Hoofd, telah menggelar aksi demo untuk menentang pelarangan jilbab bagi para muslimah di Belgia dalam menjalankan syariat agamanya.
Samira Azabar, salah satu anggota dari yayasan Over Eigen Hoofd, di hadapan para pengunjuk rasa menyatakan bahwa pelarangan jilbab sangatlah bertentangan dengan kebebasan beragama di Belgia dan merampas hak-hak mereka. Aksi demo ini dilakukan agar suara penentangan mereka sampai ke telinga para pejabat pemerintah.
Ia menambahkan, jika sekolah-sekolah menerapkan peraturan ini, maka akan semakin sulit pemilihan sekolah-sekolah yang sesuai bagi wanita muslimah dan murid-murid sekolah dasar tidak dapat melanjutkan sekolahnya, padahal pembelajaran di sekolah-sekolah adalah jalan yang terbaik untuk memajukan suatu negara. Oleh karena itu, penetapan undang-undang demikian akan menghambat kemajuan kaum muslimah dan negara ini.
458782