IQNA

8:44 - September 15, 2010
Berita ID: 1994209
Situs resmi Imam Ali Khamenei mempublikasikan isi khotbah Idul Fitri 1 Syawal 1431 di hadapan ratusan ribu kaum muslimin
IQNA: Pemimpin spiritual Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei mengawali khotbahnya sebagai berikut:

بسم‌الله الرحمن الرحيم

الحمد للَّه ربّ العالمين. الحمد للَّه الّذى خلق السّموات و الأرض و جعل الظّلمات و النّور ثمّ الّذين كفروا بربّهم يعدلون. أحمده و أستعينه و أستغفره و أتوكّل عليه و أصلّى و أسلّم على حبيبه و نجيبه و خيرته فى خلقه حافظ سرّه و مبلّغ رسالاته حبيب قلوبنا أبى‌القاسم المصطفى محمّد و على اله الأطيبين الأطهرين المنتجبين الهداة المهدیّين سیّما بقیّةاللَّه فى الأرضين. و صلّ على أئمّة المسلمين و حماة المستضعفين و هداة المؤمنين. اوصيكم عباداللَّه و نفسى بتقوى اللَّه.

Dalam khotbahnya, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengucapkan selamat kepada umat Islam sedunia khususnya rakyat Iran yang Muslim atas tibanya hari raya kesucian ini. Beliau menyebut bulan Ramadhan sebagai anugerah Ilahi yang sangat besar bagi manusia. Beliau mengimbau semua orang untuk menyadari keagungan anugerah Ilahi ini dan tetap menjaga buah spiritual yang telah didapat dalam bulan Ramadhan.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut kehadiran masyarakat luas dari berbagai kalangan -khususnya para pemuda dengan berbagai latar belakang pemikiran dan perilaku dalam majlis-majlis dan pertemuan dzikir, doa dan munajat- sebagai penampakan yang nyata dari cinta suci manusia kepada keesaan Allah. "Dengan menjaga dan memperdalam hubungan spiritual yang didapat lewat bulan Ramadhan, bangsa Iran yang mukmin merajut jalan menapak ke atas puncak spiritual dan kesempurnaan maknawi pada diri mereka. Bangsa seperti ini pasti akan berhasil di semua medan materi dan spiritual," jelas beliau.

Pada khotbah kedua, selain menyinggung pertemuan beliau dengan berbagai lapisan masyarakat termasuk pertemuan dengan para mahasiswa, dosen, pejabat negara, dan pengusaha pada bulan Ramadhan, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Bangsa Iran yang penuh rasa optimis, bertekad kuat, dan bersemangat pasti akan mampu menundukkan puncak tinggi kemajuan, kehormatan, dan kebanggaan."

Menyinggung pawai akbar rakyat Iran pada peringatan hari a-Quds sedunia, beliau menyebutnya sebagai partisipasi nasional sebuah bangsa yang menampakkan semangat dan tekad kuatnya. "Musuh Islam dan musuh Imam Khomeini selama 31 tahun terus berharap bisa memperlemah partisipasi rakyat Iran pada peringatan hari al-Quds. Namun bangsa Iran yang bijak dan mengenal waktu dengan benar tahun ini menggelar pawai al-Quds lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bangsa ini tampil terdepan dan memimpin bangsa-bangsa Muslim di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika," tegas beliau.

Mengenai kejahatan dan kebengisan rezim Zionis Israel serta upaya Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu Israel untuk mengetepikan masalah Palestina, Rahbar mengatakan, kejahatan itu semakin meningkatkan partisipasi bangsa Iran dalam pawai hari al-Quds Sedunia. "Selamat bagi bangsa Iran besar yang harapan dan semangat nampak dalam setiap langkah dan sikapnya," imbuh beliau.

Menurut beliau, isu Palestina adalah isu paling terdepan bagi dunia Islam. Seraya menyinggung tindakan brutal dan kejahatan Rezim Zionis Israel yang tak pernah berakhir dan penumpasannya atas bangsa Palestina dengan cara terkeji di Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan, Pemimpin Besar Revolusi Islam menegaskan, "Musuh bangsa-bangsa Palestina dan para pendukung kaum agresor Zionis sengaja menggelar pertemuan di Washington untuk menutup-nutupi kejahatan mereka. Mereka lantas menyebut pertemuan itu dengan nama konferensi perdamaian. Tapi apa yang mereka maksudkan dengan perdamaian dan dengan siapakah harus berdamai? Dengan mencermati kondisi dan realita di Palestina pendudukan, layakkah proses itu disebut proses perdamaian?"

Menurut beliau, upaya orang-orang Zionis untuk menjudaisasi kota Quds yang suci adalah kejahatan yang besar. Seraya menyinggung pernyataan orang-orang Zionis yang tanpa malu memaksa pihak lain untuk menerima judaisasi tersebut, Ayatollah al-Udzma Khamenei menegaskan, "Bangsa-bangsa dan negara-negara Muslim harus melaksanakan kewajibannya yang penting terkait konspirasi jahat ini."

Memuji keimanan, loyalitas dan resistensi bangsa Iran menghadapi tipu daya, konspirasi dan tekanan berat yang dilakukan Rezim Zionis Israel dan para pendukungnya, beliau mengatakan, "Hari ini, bangsa Palestina kian solid dan tangguh. Tak diragukan bahwa rezim ilegal Zionis pasti akan terhapuskan dari negeri Palestina."

Di bagian lain khotbahnya, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut bencana banjir besar yang melanda Pakistan sebagai musibah besar bagi Dunia Islam. Seraya menyinggung kerugian besar yang ditimbulkan oleh bencana yang menghancurkan dan membuat rakyat Pakistan berkabung ini, beliau menyatakan bela sungkawa yang mendalam serta mengajak umat Islam untuk segera mengulurkan bantuan bagi rakyat Mukmin Pakistan yang tertimpa musibah.

Bantuan yang telah disalurkan bangsa dan pemerintah Iran kepada para korban banjir di Pakistan menurut beliau masih belum mencukupi. "Bangsa dan pemerintah Iran serta bangsa-bangsa dan negara-negara Muslim dan forum-forum Dunia Islam termasuk Organisasi Konferensi Islam (OKI) juga seluruh umat Islam di belahan dunia manapun harus segera melangkah untuk membantu rakyat dan pemerintah Pakistan dengan menyediakan segala kebutuhan awal bagi para korban bencana banjir Pakistan," seru beliau.

Tak lupa Ayatollah al-Udzma Khamenei menjelaskan agenda kekuatan-kekuatan adidaya dunia dan pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan sendiri dengan menenggelamkan Pakistan ke dalam krisis ketidakamanan dan instabilitas politik. "Sebagian kalangan berambisi mengubah Pakistan menjadi pangkalan militernya. Kita berharap semoga bangsa dan pemerintah Pakistan bisa keluar dari kondisi yang sulit ini dengan melaksanakan apa yang menjadi tugas mereka dengan sebaik mungkin," kata beliau.

652485
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: