IQNA mengutip dari situs informasi Al Jazirah: kemaren 9 Juli Syekh Al Azhar dalam pertemuannya dengan delegasi dari sosialisasi Parlemen yang dipimpin Martin Schultz mengatakan: Rakyat Palestina dan dunia harus adil dan dunia dengan memperhatikan pada hak-hak yang telah dirampas, maka harus mempertimbangkan sikaf bangsa Palestina dalam mengahadapi Israel.
Ahmad Thoyyib selanjutnya menjelaskan bahwa masyarakat Barat untuk menyelesaikan permasalahannya maka tidak membutuhkan pada akan dan hikmah, dia juga menambahkan: negara-negara ini dalam menghadapi Israel dan dunia Barat telah menggunakan politik dua sisi yaitu masalah diantara pemikiran umum Arab dan semisalnya pergaulan dan pemikiran merekan yang berpengaruh dengan Barat.
Syeikh Thoyyib juga menegaskan: Pintu pusat Islam Al Azhar telah dibuka untuk dialog dengan semua kelompok dengan syarat yang te;lah ditentukan yaitu sebagai mitra setara dan tidak mendikte.
Pada pertemuan ini Ahmad Thoyyib menyampaikan laporannya secara terperinci dari kegiatan-kegiatan Al Azhar dalam menyebarkan Islam yang hakiki dan menjelaskan tujuan Al Azhar untuk delegasi Eropa ini.
Anggota delegasi sosialisasi Parlemen Eropa ini juga pada pertemuannya untuk kelanjutan hubungannya dengan pusat Islam Al Azhar untuk mengenal kebenaran agama Islam, dan menekankan adanya dialog dengan yayasan agama untuk kelanjutannya dan mengadakan perlawanan terhadap pelecehan kehormatan Islam di Eropa.
823801