IQNA mengutip dari kantor berita sana, bahwa Kemlu Rusia dalam pernyataan resminya menyebutkan hal itu dan menganggapnya sebagai tindakan terencana.
Pada bagian lain dari pernyataannya disebutkan, bahwa pemerintah Rusia sebelum ini semua menyampaikan bela sungkawa kepada mufti Suriah dan keluarga Muhammad Umar, dosen bidang sejarah di Universitas Halab yang juga menjadi korban dalan tindakan teroris tersebut.
Selain itu Kemlu Rusia juga menyebutkan, bahwa serangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melemahkan pemerintahan sekarang ini dan tidak akan ada hasil apapun yang didapat oleh siapapun kecuali kekacauan dan konflik internal.
Menurutnya tindakan terorisme semacam ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh kelompok bersenjata di Suria, tetapi pada minggu-minggu terakhir, kejahatan ini lebih banyak, dan tujuan tindakan terorisme ini adalah para dosen universitas dan para cendikiawan karena mereka mengajak masyarakat Suria pada ketenangan dan dialog.
Menteri luar negeri Rusia pada akhir pernyataannya menekankan: kelompok-kelompok oposisi pemerintahan Suria harus memisahkan diri dari kelompok teroris, dan menggunakan sarana dialog, karena satu-satunya cara untuk mengembalikan stabilitas dan keamanan Suria hanya dengan dialog.
Saria Ahmad badruddin Hasuun putra Syekh Ahmad Badruddin Hassun mufti Suria pada 1Oktober telah dibunuh oleh kelompok teroris bersenjata dan segera dipindahkan ke rumah sakit pemerintah dan beberapa tindakan medis harus dilakukan pada dirinya karena hati dan paru-parunya terkena tembakan dan dia meninggal dunia ketika pelaksanaan oprasi.
Dalam serangan teroris ini juga, meninggal dunia Dr.Muhammad Omar, pakar dan dosen di bidang sejarah universitas Halb yang sedang duduk bersama putra mufti Suria.
Ayah Sariah adalah mufti besar Suria yang selalu menyuarakan kepada rakyat Suriah agar mereka sadar, bahwa tangan-tangan asing berada di belakang berbagai keributan dan ketidak amanan di Suria.
873190