IQNA mengutip laporan dari situs Perlawanan Islam, Khatib Shalat Jumat Beirut, Sayid Ali Fadhullah di masjid Imamain Hasanain menyatakan kebebasan Irak dari hegemoni penjajah Amerika dan mengucapkan selamat kepada rakyat negeri ini, serta menegaskan, “Mundur pasukan Amerika dari Irak menunjukkan kekalahan nyata bagi mereka dan upaya rakyat Irak dan semua kelompok perlawanan telah meraih hasil perjuangan mereka.
Sayid Ali Fadhullah mengharapkan agar para pejabat Irak menghentikan segala perjanjian ekonomi dan keamanan dengan Amerika Serikat, yang dikaitkan dengan penarikan pendudukan asing, serta mengingatkan untuk memberi masukan dengan cara yang lain.
Khatib Jumat di Beirut juga mendesak rakyat Irak untuk membangun sebuah negara yang berintegrasi dan terpadu dan tugas dari para pejabat pemerintahan untuk mencegah mereka segala konflik agama dan etnis agar tercapai tujuan mereka.
Di bagian lain dari pidatonya, pengusaan kembali kota-kota pemukiman baru Israel di Palestina dan mengecam penyitaan tanah, migrasi paksa warga sipil Palestina dan pembakaran masjid.
Di akhir keterangannya, beliau menyatakab bahwa dialog internal adalah cara terbaik untuk menghilangkan ketegangan pemerintahan Lebanon dan mengharapkan persoalan yang tidak inginkan dikaitkan dengan dalam tindakan aktif untuk memperkuat kesatuan nasional.
Dikatakan bahwa bendera Amerika pada Kamis (15/12), telah menyelenggarakan acara yang menandai penarikan pendudukan Amerika di Irak dan akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Baghdad.
917020