IQNA

Larangan Suara Azan Jelaskan Rasisme Israel

6:09 - December 20, 2011
Berita ID: 2241777
Seorang penulis Israel, Yusuf Shadad menegaskan bahwa Israel telah melanggar demokrasi dan menyatakan larangan mengumandangkan suara masjid-masjid di Palestina, menunjukkan rasisme Zionis.
IQNA mengutip laporan dari website alwafd, Yusuf Shadad dalam sebuah artikel di situs Valla menulis bahwa mengecam Israel atas diskriminasi rasial terhadap Palestina dan menegaskan, Pemerintah Netanyahu telah mengabaikan demokrasi yang melarang suara azan dari masjid, rasisme Israel dan tidak dapat menjadi alasan bahwa sistem politik yang beroperasi di rezim tersebut.


Yusuf Shadad menambahkan, hukum larangan suara azan di masjid-masjid adalah dalam rangkaian hukum rasis Israel, dimulai dari anggota rezim Knesset dalam Parlemen Israel dan mengklaim demokrasi dan hak-hak minoritas.


Menurut laporan itu, rancangan undang-undang melarang suara azan di wilayah yang diduduki sekitar 48 bulan lalu oleh partai Yisrael Baituna dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, namun di bulan lalu Knesset tidak menyetujuinya karena subjek sensitif dan Netanyahu pemberlakuan undang-undang tersebut.


Proposal anggota partai Yisrael Baituna, Anastasia Mikhail mengajukan kepada Parlemen; mendukung undang-undang ini dan menegaskan bahwa suara azan dari masjid menyebabkan kegusaran bagi para pemukim Yahudi di tanah pendudukan, dengan alasan ini maka suara adzan dilarang.

918648
captcha