IQNA mengutip laporan dari situs dari al-Manar, pernyataan Hizbullah dalam pemboman di Damaskus dilakukan oleh pasukan tentara bayaran Amerika. “Serangan dilakukan oleh Amerika Serikat adalah sebuah aksi terorisme dan pembunuhan orang yang tidak bersalah berupaya ingin memaksa rakyat untuk menerima kebijakan-kebijakan kolonial dan rezim zionis,” tandasnya.
Dalam pernyataan tersebut, Hizbullah mengutuk kejahatan sadis yang telah dilakukan oleh musuh-musuh kemanusiaan. Mereka yang kecewa dan marah atas kekalahan dan mundurnya pasukan Amerika dari Irak melakukan aksi-aksi tersebut.
Juga Presiden Lebanon, Michel Suleiman yang melakukan pembicaraan melalui via telepon dengan Presiden Suriah, Bashar Asad, di Damaskus mengenai pengeboman di Jumat kemarin dan menegaskan, Ledakan-ledakan itu bertepatan dengan kedatangan para pengamat Liga Arab di Damaskus dan pengeboman itu bertujuan menciptakan ketegangan antara pemerintah Suriah dengan Liga Arab.
Dikatakan bahwa dalam dua ledakan bom mobil di Damaskus pada Jumat kemarin, menewaskan dan melukai lebih dari 130 jiwa.
921078