Menurut pemberitaan IQNA, satu hari setelah jubir kementrian luar negeri Amerika, Victoria Noland, menyampaikan pernyataannya tentang kesiapan Washington untuk menjual senjata-senjata kepada Bahrain, para aktifis HAM menjadi geram dan mengencam sikap tak manusiawi itu.
Diberitakan dalam New York Times bahwa tak lama setelah berita tersebut, Maryam Alkhajah, seorang aktifis HAM di Bahrain menyebarkan pesan melalui Twitter yang berisi kritikan dan kecaman terhadap Amerika dan berkata: "Amerika bukannya membantu membebaskan para aktifis HAM, malah justru menjual senjatanya."
Padahal Amerika pernah menyatakan untuk tidak menjual senjata lagi kepada Bahrain karena peristiwa pembantaian masal dalam aksi-aksi demo di negeri itu.
Akhir-akhir ini Salman bin Hamd, perdana menteri baru rezim Ali Khalifah berkunjung ke Washington untuk sebuah pertemuan terkait penjualan senjata tersebut secara resmi.
1006519