Menurut laporan IQNA, menukil dari surat kabar Al-Dastur cetakan Mesir, Hanan Abul Ghaidh, wakil partai Al-Wafd di Parlemen Mesir, mengajukan permohonan dibentuknya pusat percetakan dan penerbitan Al-Qur'an yang diawasi langsung oleh Universitas Al-Azhar.
Hanan Abul Ghaidh dalam catatannya mengatakan: "Selama ini sering kali kita melihat Al-Qur'an dicetak dan disebarkan sedangkan memiliki banyak kesalahan dan cacat. Penerbit-penerbit terkait tidak terlalu teliti dalam proses pengeditan. Padahal pencetakan Al-Qur'an adalah perkara yang sangat penting sekali. Al-Qur'an harus dicetak sesuai aturan-aturan dan kaidah-kaidah yang tak dapat disalahi."
"Di akhir catatannya ia mengatakan: "Oleh karena itu aku mengajukan permohonan kepada Parlemen Mesir untuk membentuk pusat percetakan dan penerbitan Al-Qur'an agar kitab suci ini dapat disajikan kepada masyarakat dengan baik tanpa ada kesalahan sedikitpun di dalamnya."
1025583