IQNA

9:20 - June 10, 2012
Berita ID: 2343178
Tim Internasional: Untuk pertama kalinya sebuah pusat kajian Qur’an internasional dibuka dan diresmikan di Amerika dalam waktu tiga tahun mendatang oleh Asosiasi Sastra Evangelis Amerika.
Menurut laporan IQNA, menukil dari website “chronicle”, pusaat kajian Qur’an internasional adalah sebuah sentral yang bertugas menjalankan dan melindungi proyek penelitian dan kajian Qur’ani, serta perkara-perkara pendidikan yang berkenaan dengan Al-Qur’an, sejarah, madzhab dan budaya.
Selain itu pusat kajian ini juga akan menyelenggarakan berbagai konfrensi, penerbitan, dan layanan-layanan ilmiah lainnya.
John Cotsco, direktur Asosiasi Sastra Evangelis Amerika menyatakan: “Saat ini kebutuhan kita kepada kajian-kajian Qur’ani lebih dari sebelum-sebelumnya. Kita tidak bisa menjadi warga yang berperadaban tanpa mengetahui banyak hal tentang peradaban islami. Qur’an harus dijadikan bagian dari program pendidikan dan kajian bebas.”
Ia menambahkan: “Dalam pusat kajian ini, metode-metode pengkajian Qur’an baik yang baru maupun klasik akan digunakan dengan sebaik-baiknya.”
Jibril Said Reynolds, dosen kajian Islam dan teologi Universitas Notre Dame mengatakan: “Salah satu tujuan dibukanya pusat kajian ini adalah perlindungan terhadap metode-metode baru yang inovatif dalam mengkaji Al-Qur’an sebagai tambahan metode-metode klasik yang biasa dipakai.”
Berdasarkan laporan tersebut, minat masyarakat untuk mengkaji Al-Qur’an semakin bertambah. Sepanjang 10 tahun yang lalu banyak sekali bidang-bidang pekerjaan yang terbuka berkaitan dengan kajian Qur’ani dan Islamologi.
Banyak buku-buku penelitian Barat seputar Islam dan Al-Qur’an, di antaranya seperti: “Teks dan Kajian Qur’an” dan “Kajian-Kajian Qur’ani”
1025819
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: