Menurut harian Al Intiqad, para petugas investigasi mengeluarkan pernyataan tersebut pada hari Sabtu, 23 Juni dan menolak pernyataan terbaru dari Pemerintahan Transisi Nasional Libya Mustafa Abdul Jalil bahwa jasad itu adalah tubuh Imam Musa Sadr.
Abdul Jalil yang awal pekan ini mengatakan bahwa tubuh Imam Musa Sadr dan sisa-sisa pakaiannya telah ditemukan.
"Kami telah menemukan kuburan massal dan mungkin salah satunya adalah jasad Imam Musa Sadr", katanya.
Sementara petugas investigasi mempercayai kalau Imam Musa Sadr masih hidup. Atas permintaan Libya, dilakukan tes DNA untuk memastikan apakah jasad tersebut milik Imam Musa Sadr.
Imam Musa Sadr dan dua rekannya Sheikh Muhammad Yaqub dan Abbas Badreddin menghilang di Libya pada tahun 1978 saat berkunjung ke negara itu. Ada banyak upaya untuk mengetahui nasib mereka dalam tiga dekade terakhir, upaya yang intensif sejak jatuhnya mantan diktator Libya Muammar Gaddafi.
1036515