IQNA

Menabuh genderang perang melawan Syiria hanya sia-sia

15:33 - July 05, 2012
Berita ID: 2361510
Dua pesawat Turki melanggar zona terbang di wilayah Turki hari Jum’at. Reaksi spontan dari pihak Turki berhasil menjatuhkan 1 dari 2 pesawat tersebut.
Reaksi cepat dari pertahanan udara Syiria membuktikan, bahwa sebuah gendering perang melawan Bassar Assad bukan strategi yang tepat bagi oposisi, sekaligus Syiria siap menghadapi serang Asing.
Nato mengadakan pertemuan darurat setelah jatuhnya pesawat jet milik Turki. Sekjen organisasi Andersfogh Rasmussen mengutuk atas jatuhnya pesawat Turki tersebut, dan menekankan Nato supaya mewaspadai anggotanya dari serangan asing.
Rasmussen menolak gagasan Nato yang mungkin akan menyerang Syiria dalam masalah ini.
Perdana Mentri Turki Recep Tayyib Erdugon mengecam Syuriah dalam hal ini, namun mengatakan negaranya tidak akan masuk dalam kemelut perang antara Turki dan Syiria.
Peranan internasional yang terlibat dalam insiden itu menengarahi bahwa lawan Assad harus bersikap hati-hati.
Ini sebuah peringatan termasuk pemerintahan Assad bahwa situasi dikawasan ini sangat sensitif, jika terjadi perang suriah dengan organisasi internasional seperti Nato, jelas akan berdampak luas keseluruh dunia.
Timur tengah memiliki cadangan minyak 60% jika meletus perang dikawasan ini dunia akan merasakan dampaknya, terutama mengingat krisis keuangan saat ini.
Selain itu, adanya kelompok teroris seperti Al-Qaida dan kelompok sectarian lainnya tentu merekan akan berusaha meperluas dominasi mereka. Perang berarti bencana yang akibatnya tak bisa ditebak.
Oleh karena itu tidak masuk akal jika memberlakukan aksi meliter terhadap Syuria dalam situasi seperti ini.
1038971
captcha