Menurut Organisasi Kebudayaan Islam dan Hubungan (ICRO), mereka telah merencanakan lokakarya, wawancara pers dan upacara yang dimulai pada tanggal 4 Juli 2010 tersebut.
"Pentingnya Menunggu Kedatangan Imam dalam Islam dan Perannya dalam Pembangunan" dan "Wawasan Muslim dan Kebangkitan "adalah tema-tema utama dari program – program tersebut.
Upacara akan dihadiri oleh mahasiswa, anggota organisasi Islam dan Kristen, sejumlah imam masjid dan sejumlah pecinta Ahlul Bayt (AS).
Mohammadreza Qezelsofla, atase kebudayaan Iran, akan menyajikan pidato tentang "Aspek Pengaruh dari Menunggu Sang Juruselamat" di balai pertemuan pusat Iran di Sierra Leone.
A specialized workshop will be held on July 7 for university students, lecturers and a number of imams of mosques on “introducing the philosophy of awaiting the Savior and its role in awakening the youth for development”.
Sebuah workshop khusus akan diadakan pada tanggal 7 Juli untuk mahasiswa, dosen dan sejumlah imam masjid dengan tema "Memperkenalkan Filosofi Menunggu Sang Juruselamat dan Perannya dalam Kebangkitan Pemuda untuk Pembangunan".
Iran Cultural Center di Sierra Leone akan menjadi tuan rumah lokakarya bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Islam dari Institut Administrasi Publik dan Manajemen (IPAM) di Freetown.
Workshop ini akan dipimpin oleh Hojat-ol-Islam Raqawi, Presiden Fakultas Islam dan Dekan Fakultas Filsafat dan Studi Agama Ilahi.
Pusat kebudayaan ini juga akan menerbitkan sebuah artikel tentang Menunggu Sang Juruselamat dan pembangunan.
Atase kebudayaan Iran juga di set untuk menyajikan ceramah pada kesempatan selama shalat Jumat pekan ini di mana ia akan memperjelas status Imam Mahdi (semoga Allah mempercepat kemunculannya) dalam agama-agama Ilahi dan pentingnya menunggu Juruselamat yang dijanjikan.
1044022