IQNA

8:08 - April 28, 2015
Berita ID: 3220795
YAMAN (IQNA) - Komite Nasional Dokumenter Kejahatan-kejahatan Agresi Saudi dan Koordinasi Bantuan hari Senin (26/4/2015) mengumumkan entitasnya di kota Sana’a, ibukota Yaman.

“Komite Nasional Dokumenter Kejahatan Agresi Saudi dan Koordinasi Bantuan, Senin (26/4/2015) mengumumkan entitasnya di Yaman dan dengan mengeluarkan sebuah statemen menegaskan bahwa komite ini hendak bekerjasama dengan selurih pusat-pusat aktif dalam ranah observasi dan dokumentasi kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para agresor Saudi dan memberikan informasi-informasinya melalui rantetan luas para wartawan dan aktivis praktek lapangan kepada badan-badan pemerintah,” demikian laporan IQNA, seperti dikutip dari berita resmi Yaman, Saba’ Net.
Komite dokumenter kejahatan-kejahatan para agresi Saudi dalam statemennya dengan menjelaskan bahwa para agresor telah melakukan kejahatan agresi bersenjata menentang pemerintahan sebuah negara mandiri dan menyerang kawasan-kawasan dan independensi politiknya menegaskan, musuh agresor sesuai ayat 8 undang-undang dasar pengadilan kejahatan perang tidak mengindahkan perjanjian Jenewa, dengan melakukan pembunuhan sengaja dan menciptakan kesusahan dikalangan masyarakat, kerusakan-kerusakan berskala besar, perusakan harta benda dan kepemilikian, agresi ke tempat-tempat non militer, pembunuhan ratusan masyarakat sipil, penghancuran ribuan tempat tinggal dan lembaga-lembaga non militer, bangunan-bangunan kesehatan, pendidikan dan tempat-tempat bersejarah dan kuno.
Demikian juga, komite ini menegaskan, para agresor Saudi telah melakukan kejahatan anti kemanusiaan, dimana dalam perjanjian 1948 dan juga dalam undang-undang dasar pengadilan kejahatan internasional dikenal dengan kejahatan internasional.
Berdasarkan undang-undang ini, menghancurkan sebuah kabilah dari populasi sebuah rakyat, etnis, mazhab atau agama secara global atau parsial dengan cara membunuh orang-orangnya atau menciptakan sebuah kondisi yang ada, kehancuran di situ dikategorikan sebagai kejahatan anti kemanusiaan.
Komite ini mengumumkan, agresor sekarang ini dengan mengepung pesisir-pesisir Yaman, memborbardir segala bentuk truk-truk bermuatan makanan, obat-obatan dan kebutuhan-kebutuhan primer. Demikian juga, mereka membidik pabrik-pabrik produksi makanan sehingga masyarakat Yaman kelaparan, karena masyarakat Yaman adalah masyarakat pejuang, yang tidak akan memenuhi keinginan-keinginan mereka.

 

Kritikan Saudara Raja Saudi atas Agresi ke Yaman
Demikian juga, Saudara Raja Saudi mengkritik keras agresi udara negara ini ke negara Yaman dan membongkar rahasia bahwa Riyadh telah mengambil kesimpulan untuk memasuki perang berdasarkan keputusan-keputusan yang salah.
Talal bin Abdulaziz, salah seorang saudara untuk raja Saudi, saat wawancara dengan jaringan Fox Jerman dengan mengkritik pedas aksi Decisive Storm dan kepemimpinan negaranya, dalam aksi ini mengintroduksikan bahwa, para pilot-pilot yang memborbardir Yaman adalah para antek algojo dan ingin mencari banyak dana dari Arab Saudi.
Lebih lanjut dia mengatakan, para pilot yang ikut hadir dalam aksi ini terdiri dari Pakistan, India, Perancis, Amerika dan demikian juga Mesir dan untuk setiap serangan mereka mendapat 7500 Dollar dari Arab Saudi.
Talal melanjutkan, Riyadh sekarang ini merasakan bahwa mereka memasuki perang berdasarkan keputusan yang salah dan sekarang ini untuk menghentikan perang bersedia untuk menerima syarat-syarat, yang mana tidak akan mereka terima sebelum aksi Dicisive Storm dimulai.
Pangeran Arab Saudi ini dengan mengkritik kinerja para pejabat negaranya mengatakan, para sekutu Saudi dalam aksi ini mengosongkan dukungan negara, karena mereka mengetahui bahwa Yaman adalah kubangan lembah yang tidak akan ada keselamatan di dalamnya.
Talal bin Abdulaziz menegaskan, para pemimpin Arab Saudi mengatakan kepada para sekutunya dalam perang Yaman bahwa jangan melakukan aksi provokasi melawan Yaman, karena jika Iran ikut masuk dalam perang ini, maka akan membangkitkan api jahannam. Pasukan Iran tidak seperti pasukan Yaman, karena mereka mampu meluluhlantakkan insfrastruktur dan pasukan Arab Saudi dalam waktu 24 jam.
Lebih lanjut dia menambahkan, para kolonel Arab Saudi terkait perang darat Yaman tertimpa keraguan, dan sebagian para tentara kabur dari khidmat, karena dirumorkan bahwa para sekutu Arab Saudi dalam perang ini akan mengosongkan dukungan mereka.
Arab Saudi, Selasa (21 April) mengumumkan akhir agresi militernya yang diberi nama aksi Decisive Storm melawan Yaman dan pada saat itu juga mengabarkan tentang permulaan aksi baru yang bernama Mengembalikan Harapan ke Yaman.
Arab Saudi memulai aksi Decisive Storm pada Kamis pagi, yang telah membunuh lebih dari 2500 orang dan 300 orang luka-luka dan mengumumkan tujuannya adalah mengembalikan presiden yang dilengserkan Yaman, namun dengan perlawanan masyarakat,  pasukan dan pejuang Ansarullah Yaman, mereka sampai sekarang ini tidak sampai kepada tujuan ini dan tujuan-tujuan lainnya.

3214478

Kunci-kunci: Politik
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: