IQNA

7:33 - December 11, 2015
Berita ID: 3462024
MALAYSIA (IQNA) - Musabaqoh tilawatil Quran para mahasiswa Iran yang bermukim di Malaysia diselenggarakan di tempat Konsultan Kebudayaan Iran di negara ini.

Menurut laporan IQNA, musabaqoh tilawatil Quran para mahasiwa Iran yang bermukim di Malaysia diselenggarakan Senin (7/12), bersamaan dengan hari mahasiswa, dengan dihadiri Ali Akbar Dhiya’i, Konsultan Kebudayaan Iran di Malaysia, Abbas Qanbari, Konsultan Ilmiah Iran di Asia Timur, sejumlah mahasiswa dan para pecinta Al-Quran.
Dalam musabaqoh yang diselenggarakan di tempat Konsultan Kebudayaan Iran di Malaysia ini, Ali Akbar Dhiya’i dengan mengucapkan terimakasih atas kerjasama Konsultan Ilmiah, Persatuan Himpunan Islam para mahasiswa dan lembaga kebudayaan Qur’an Al-Huda di negara ini mengatakan, meskipun tilawatil Quran adalah hal yang penting, namun yang lebih penting lagi adalah bashirah dalam memahami kitab samawi ini. Berapa banyak orang yang telah melantunkan Al-Quran dengan sebaik mungkin, namun pemahaman makna dan bashirah mengetahui makna-makna Al-Quran tidak ada padanya.
“Tafsir dan penjelasan Al-Quran harus dari jalur utama yakni lewat Ahlulbait (As). Dalam surah Ali Imran ayat ketujuh dikemukakan, “Dan tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah dan orang-orang yang mendalam dalam ilmu…”. Dalam pelbagai Riwayat, Rāsikhūna fi al-Ilm, ditafsirkan dengan Rasulullah, karena ayat dan kalimat-kalimat Al-Quran memiliki makna yang luas, dimana hanya mereka sajalah manifestasi dari Al-Quran natiq dan mengetahui rahasia, batin dan takwil ayat-ayat mutasyabih,” lanjutnya.
Dhiya’i dengan mengisyaratkan munculnya keyakinan-keyakinan menyimpang dan kelompok takfiri seperti ISIS, kerena tidak adanya pengetahuan dan pemahaman yang benar dari orang-orang tersebut tentang ayat-ayat Al-Quran mengatakan, sebagian orang dengan pemahaman yang kurang dan dangkalnya, mencari dalih untuk mengafirmasi pendapat-pendapat lahiriah agamanya dalam Al-Quran sehingga dapat menyiapkan ranah untuk deduksi dangkal dan menyeleweng dari agama; ini adalah kinerja yang telah dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal sekarang ini.
Konsultan Kebudayaan Iran di Malaysia dalam kelanjutan ucapannya dengan mengisyaratkan kalimat-kalimat dari surat Ayatullah Sayid Ali Khamenei kepada para remaja Barat, pesan Pemimpin Besar Revolusi tentang pentingnya merujuk pada fitrah suci untuk memahami dan mendapatkan bashirah.
Dia menjelaskan bahwa jika spiritualitas ditafsirkan dan dijelaskan dari tempat aslinya, maka kelompok ISIS tidak akan menguasai masyarakat Islam dan manusia. “Meskipun dalam dunia modern ilmu dan pembahasan harian sangatlah penting, namun sistem pendidikan sekuler Barat menyebabkan terciptanya krisis spiritual dan kekosongan ini menyebabkan para remaja kehausan irfan dan tertimpanya hakikat atau fatamorgana, keyakinan-keyakinan menyimpang, irfan dusta dan kelompok-kelompok religi radikal.
Dalam musabaqoh yang diselenggarakan dengan penjurian Shalih Rafi’, Ahmad Abedini, Ali Rafi’ dan Mehdi Hussein Zadeh, para mahasiwa Iran yang bermukim Malaysia menyabet juara pertama dan ketiga dan di penghujung acara mereka mendapatkan hadiah dari Konsutltan Kebudayaan Iran di Malaysia.

3461456

Kunci-kunci: Quran
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\