Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Al-Bawabah News, Prof. Dr Muhyiddin Afifi, Kamis (7/1), dalam sebuah acara TV Ana Misr mengklaim, jika Al-Azhar mengkafirkan ISIS, maka masalah ini akan menimbulkan penyebaran gerakan takfiri dan akan mengalirkan lautan darah, dengan demikian pengkafiran ISIS sama sekali bukan solusi untuk mengatasi masalah terorisme.
Selain itu juga, ia mengatakan; kelompok ISIS dengan memberikan perhatian aksi dan kinerja yang telah mereka lakukan adalah orang-orang kafir, karena mereka telah mengizinkan penumpahan darah dan kehormatan manusia dan telah keluar dari ajaran-ajaran Islam.
Lebih lanjut, Sekjen Lembaga Riset Islam Al-Azhar menganggap sebagian upaya dan permintaan untuk menyertakan Al-Azhar sebagai sebuah organisasi teroris adalah aksi yang berbahaya dan mengatakan, aksi ini tidak hanya menarget Al-Azhar sebagai satu lembaga ilmiah dan religi, namun upaya dalam rangka menuduh pemerintah Mesir dalam mendukung terorisme.
Sekjen Lembaga Riset Islam Al-Azhar sedang menjustifikasi tidak mengkafirkan Al-Azhar, sementara umat muslim mengharap markas dan marja religi dunia Islam ini secara tegas nan pasti mengkafirkan organisasi teroris ISIS.
Sedangkan sebelumnya, Dr Abbas Shuman, Wakil Al-Azhar dalam menjawab pertanyaan tentang tidak dikafirkannya ISIS oleh Al-Azhar mengatakan, Al-Azhar tidak dapat menyebut kafir orang yang melafazkan kalimat Syahadatain; meskipun telah melakukan banyak dosa, karenanya jika Al-Azhar mengeluarkan hukum kafir kelompok ini, maka tak ubahnya dengan kelompok ISIS yang telah mengkafirkan lawannya dan telah melakukan aksi serupa.
http://iqna.ir/fa/news/3465588/