Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari The Guardian, Barack Obama, Presiden Amerika, dimana konspirasi pemerintahannya terhadap Islam dan muslim, khususnya dukungan terhadap ISIS bukan rahasia lagi bagi siapapun mengecam dialog anti Islam para calon partai republik dan menuduk mereka dengan permaian di tempat permainan ISIS.
Barack Obama, Selasa (12/1), dalam pidato terakhir tahunan kepada kongres, mengecam Donal Trump secara tidak langsung, karena statemen-statemen anti Islam.
Obama mengatakan, ketika politisi mendiskreditkan muslim, ketika menarget masjid-masjid, ketika menyakiti dan menganiaya anak-anak, maka tidak ada lagi tempat yang lebih aman untuk Amerika.
"Ini adalah kinerja yang salah, dan menghinakan kita dihadapan pandangan dunia dan akan lebih susah untuk sampai pada tujuan-tujuan kita,” imbuhnya.
Donald Trump, kandidat utama partai Republik untuk pemilu kepresidenan 2016 Amerika, dalam kampanye pemilunya telah berkali-kali menjadikan muslim sebagai tujuan statemen provokasinya.
Di antara statemen tersebut adalah melarang masuk muslim ke tanah Amerika dan menciptakan sebuah situs informasi untuk mengawasi secara mendetail kaum muslimin.