Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari cairoportal.com, Dr. Syauqi ‘Allam, Grand Mufti Mesir di sela-sela pertemuan tahunannya dengan lembaga global ekonomi di Davos, Swiss, melakukan pertemuan bilateral dengan John Kerry, Menteri Luar Negeri Amerika.
Dia dalam pertemuan tersebut, dengan menegaskan tidak ada satupun negara di dunia yang akan aman dari bahaya ekstremisme dan terorisme juga mengafirmasikan urgensitas upaya yang lebih untuk menghancurkan terorisme.
Lebih lanjut, Dr. Syauqi ‘Allam mengatakan, eksistensi muslim di Amerika pada saat ini, adalah kehadiran positif dan kehidupan bagi semua partai dan pihak-pihak negara ini.
"Dengan bertolak bahwa seorang muslim memiliki hubungan kokoh nan kuat dengan dunia Islam, dengan demikian selayaknya masyarakat Amerika mengambil keuntungan dari elemen ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dr. Syauqi ‘Allam mengatakan, hubungan kokoh umat muslim di Amerika dengan dunia Islam, demikian juga menyiapkan kemungkinan tersebut untuk mereka supaya berperan sebagai wakil dan duta peradaban Islam dalam pelbagai kancah politik, ekonomi dan pemikiran Amerika serta berpartisipasi dalam pembuatan masa depan masyarakatnya.
Demikian juga, dalam pertemuan tersebut ia mengisyaratkan pengalaman Dar al-Fatwa Mesir dalam kancah memerangi radikalisme dan membangun jembatan komunikasi antar kultur dan peradaban. "Markas religi ini berupaya menjelaskan Islam lewat penyelenggaraan seminar, percetakan brosur dan pengiriman para mubalig dan ulama ke pelbagai kawasan dunia,” ucapnya.
Pertemuan tahunan lembaga global ekonomi di Davos Swiss yang dimulai tanggal 20 Januari, dengan dihadiri oleh para pemimpin dan tokoh-tokoh terkemuka lebih dari 150 negara dunia dan mengakhiri kinerjanya pada Sabtu (23/1). Grand Mufti Mesir hadir dalam pertemuan tersebut dengan undangan resmi ketua lembaga global ekonomi.